Kondisi ini membuat rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut ketiadaan dokter anestesi. Pasien yang membutuhkan tindakan medis dokter anestesi terpaksa dirujuk ke rumah sakit lain seperti di RSU Larantuka dan RSU Ende.
Manajemen RSUD TC Hillers Maumere akhirnya mengambil kebijakan jangka pendek dengan mengontrak dokter anestesi dari tempat lain, seperti dari RSU Labuan Bajo, RSU Nagekeo, dan RSU Kewapante.
Sengkarut ketiadaan dokter anestesi memuncak dengan munculnya beberapa kasus kematian ibu dan anak. Melalui berbagai komunikasi oleh sejumlah pihak, termasuk DPRD Sikka, akhirnya sejak 14 April 2025 Dokter Efi dan Dokter Remi kembali mengabdi di RSUD TC Hillers Maumere.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak kembali mengabdi, 2 dokter ini bekerja tanpa dokumen kontrak. PKS baru akan ditandatangani besok, atau setelah 25 hari kerja.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe











