Demi KBM, Pelajar SMPN 1 Paga Terpaksa Sisir Hutan dan Seberang Sungai

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 21 Januari 2022 - 08:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 32 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar SMPN 1 Paga ke sekolah melewati hutan, Jumat (21/1) karena jebolnya jembatan di Dusun Kangarusa Wolowiro

Pelajar SMPN 1 Paga ke sekolah melewati hutan, Jumat (21/1) karena jebolnya jembatan di Dusun Kangarusa Wolowiro

Maumere-SuaraSikka.com: Pelajar SMPN 1 Paga terpaksa menyisir hutan dan menyeberangi sungai, Jumat (21/1), demi mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).

Hal ini terpaksa dilakukan menyusul jebolnya jembatan di Dusun Kangarusa Desa Wolowiro dua hari lalu, Rabu (19/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat jebolnya jembatan, praktis kendaraan bermotor tidak bisa melintasi jembatan. Akses transportasi pun menjadi macet.

Pelajar SMPN 1 Paga menyeberangi sungai demi mengikuti KBM

Pelajar SMPN 1 Paga terkena dampak langsung dari peristiwa jebolnya jembatan. Letak sekolah ini sekitar 50 meter dari jembatan tersebut.

Baca Juga :  Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Jebolnya jembatan tidak menyurutkan semangat pelajar SMPN 1 Paga dalam hal menuntut ilmu.

Sejumlah pelajar SMPN 1 Paga melintasi jembatan yang jebol

Banyak pelajar yang nekad melintasi jembatan yang jebol, lalu melompat ke jalan. Mereka harus berhati-hati biar tidak terperosok ke lubang.

Sementara banyak pelajar lainnya, mencari jalan alternatif di samping jembatan yang jebol. Mereka harus melewati hutan hingga menyeberangi sungai. Beruntung debit air pada sungai sangat kecil.

Baca Juga :  Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Camat Paga Anselmus Laka mengaku miris dengan kondisi ini. Meski demikian dia memberikan apresiasi atas semangat para pelajar mengikuti KBM.

Dia menerangkan sejak hari ini warga masyarakat setempat akan beramai-ramai membuat jalan alternatif yang lebih baik agar bisa dilewati kendaraan bermotor.*** (eny)

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru