RT Belum Disentuh, Kapolres Sikka Alasan Alat Bukti Belum Cukup

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 20 Desember 2018 - 18:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 88 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang

Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang

Maumere-SuaraSikka.com: Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang hingga sekarang belum berani menyentuh RT, seorang bandar judi togel atau kupon putih (KP) di Kabupaten Sikka. Dia beralasan polisi belum memiliki alat bukti yang cukup untuk mengamankan RT.
Nama RT sebagai bandar judi KP disebut-sebut oleh WW, seorang pengepul yang ditangkap Rabu (12/12) di Kecamatan Koting. Menurut Rickson Situmorang, baru satu saksi yang menyebutkan nama RT, karena itu pihaknya masih terus mencari alat bukti lain.
“Kalau ada yang sebut nama itu baru saksi, baru satu saksi, sementara saksi itu harus dua, terus alat bukti yang lain harus dua. Sesuai Keputusan MK Tahun 2014, penetapan tersangka itu harus dua alat bukti, dengan saksi juga harus dua,” jelas Rickson Situmorang di Mapolres Sikka, Senin (17/12).
Selain WW, nama RT juga disebut oleh seorang penjual KP di Hoder Kecamatan Waigete, dan dua orang pelaku judi KP di Bolawolon Kecamatan Kangae. Ketiga orang ini ditangkap di wilayah masing-masing pada Sabtu (15/12). Polisi mencari seorang pengepul di Bolawolon, yang saat penggebrekan sedang tidak ada di rumah.
Polisi menyita sebuah handphone milik penjual KP di Hoder. Didalam handphone tersebut terdapat percakapan antara penjual di Hoder dengan pengepul di Bolawolon yang mengarah bahwa mereka menyetor ke RT. Namun menurut Rickson Situmorang tidak bisa disebut sebagai alat bukti.
Ketika ditanya tentang apa alat bukti yang dipakai aparat kepolisian sehingga bisa menangkap WW, Rickson Situmorang mengatakan WW ditangkap tangan. Wartawan menanyakan kenapa aparat kepolisian tidak langsung menangkap RT malam itu setelah mendapat informasi dari WW, Rickson Situmorang malah menjelaskan tentang ilmu penyelidikan.
“Inilah kalau kalian yang punya ilmu pengetahuan tentang penyelidikan, saya mau ngomong apa. Ilmu penyelidikan tidak segampang yang kamu sampaikan begitu. Saya mau jelaskan bagaimana penyidikan ini. Tertangkap tangan di KUHP itu beda,” papar dia.
Sebagaimana diketahui aparat kepolisian dalam beberapa hari menangkap 7 orang yang terlibat dalam permainan judi KP. Mereka yang ditangkap adalah para penjual, pengecer, dan pengepul. Sejumlah elemen masyarakat memberikan apresiasi atas kinerja Polres Sikka. Namun mereka kecewa karena aparat kepolisian belum berhasil menangkap bandar KP yang justeru menggerakkan usaha ilegal ini terus berlangsung.
PMKRI Maumere yang melakukan aksi demonstrasi pada Senin (17/12), menduga Kapolres Sikka telah memback-up judi KP di Kabupaten Sikka. Bahkan Kapolres Sikka diduga telah menerima upeti dari bandar. Terkait tudingan ini, Rickson Situmorang tidak menanggapinya, tetapi malah meminta wartawan langusng bertanya kepada pihak-pihak yang telah menyampaikan pernyataan tersebut.*** (eny)
Baca Juga :  Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru