Warga Australia Meninggal di Pantai Pangabatang

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 Agustus 2018 - 19:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 28 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Jenazah warga Australia sedang berada di kamar mayat BLUD TC Hillers Maumere, Senin (13/8)

Foto: Jenazah warga Australia sedang berada di kamar mayat BLUD TC Hillers Maumere, Senin (13/8)

Maumere-SuaraSikka.com: Seorang warga Sidney Australia yang melakukan snorkeling di Pantai Pangabatang, Desa Kojadoi Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka, Senin (13/8) siang, ditemukan meninggal. Jenazahnya langsung dievakuasi ke kamar mayat BLUD TC Hillers Maumere.
Warga Australia tersebut diketahui bernama Marridy Anne Solway, perempuan berusia 56 tahun. Jenazahnya sudah dimandikan dan disimpan dalam lemari es. Rencananya akan dipulangkan ke negara asalnya.
Dia berada di Pangabatang bersama 6 rekan lainnya dari berbagai negara, seperti Amerika, Swiss, dan Italia. Tujuh warga negara asing ini melakukan Tour Komodo Flores, dari Labuan Bajo sejak Minggu (5/8) lalu. Pangabatang merupakan objek wisata terakhir selama 10 hari. Tour Komodo Flores ini ditangani agent travelling dari Peak DMC, dengan Ignas Kassar sebagai tour leader.
Ignas Kassar yang ditemui di kamar mayat menjelaskan awalnya korban mengaku badan tidak sehat. Pagi hari sebelum sarapan, korban sempat mengeluh mengalami sakit pada bagian pinggang dan tulang belakang. Sakit ini sempat juga dialami korban sewaktu di Bajawa. Menurut Ignas Kassar, korban mempunyai riwayat sakit karena pernah mengalami kecelakaan waktu snorkeling.
Di Pangabatang, awalnya korban tidak berniat melakukan snorkeling. Namun entah bagaimana, akhirnya dia meminta izin untuk snorkeling. Ignas Kassar memberikan izin dengan catatan snorkeling tidak terlalu jauh, dan hanya cukup setengah jam saja. Karena setelah itu mereka harus sudah makan siang. Sementara itu kawan-kawan korban sudah melakukan snorkeling pada berbagai spot yang bebeda.
Korban snorkeling sekitar 15-meter dari bibir pantai. Saat itu laut dalam keadaan tenang, dengan ketinggian mencapai ukuran pinggang orang dewasa. Setelah setengah jam, sesuai waktu yang ditentukan, korban tidak muncul ke permukaan. Padahal rekan-rekannya sudah kembali ke darat untuk makan siang.
Karena korban belum muncul, Ignas Kassar mengaku sempat mencari-cari sepanjang bibir pantai. Dia menduga kemungkinan korban sudah berada di daratan, atau sedang ngobrol dengan beberapa turis asing yang waktu itu juga berada di Pangabatang.
Setelah mencari selama kurang lebih satu jam, akhirnya Ignas Kassar menemukan korban dalam posisi terkelungkup di permukaan laut. Korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Ignas Kassar sempat memberikan pertolongan pertama dengan memompa bagian perut yang kemasukan air laut. Namun upaya itu ternyata tidak berhasil.
Korban lalu dibawa ke Dermaga Nangahale dengan menggunakan kapal carteran. Di Nangahale sudah menunggu sebuah mobil ambulance dari Puskesmas Watubaing. Pantauan media ini, mobil ambulance yang memuat jenazah korban tiba kamar mayat pukul 17.34 Wita. Saat diturunkan dari ambulance, seluruh badan korban ditutup dengan selembar kain dan sebuah handuk. Sebelum dimandikan, Ignas Kassar sempat membuka penutup bagian wajah korban. Tampak ada busa putih yang keluar dari mulut korban.
Berita kematian warga Australia ini spontan mulai terdengar. Aparat keamanan baik dari Polri dan TNI pun langsung menuju kamar mayat. Reskrim Polres Sikka menurunkan Unit Identifikasi untuk melakukan tindakan kepolisian. Puluhan aparat kepolisian polisi dari Sat Reskrim, Sat Intel, Sat Narkoba tampak memenuhi kamar mayat.*** (vicky da gomez)
Baca Juga :  Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru