Fahri Hamzah Batal Orasi di Kupang

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 26 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

Kupang-SuaraSikka.com: Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dipastikan batal melakukan orasi kebangsaan di Kupang yang direncanakan berlangsung hari ini, Kamis (18/10). Pembatalan ini terkait aksi penolakan yang dilakukan masyarakat NTT dan ormas-ormas lokal.
Informasi tentang pembatalan Fahri Hamzah ke Kupang, disampaikan langsung Ketua Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Perwakilan NTT Abdul Kadir Mau saat menggelar konferensi pers, Rabu (17/10) di Kupang.
“Kegiatan sudah kami batalkan, dan belum pasti kapan akan digelar lagi,” tegas Abdul Kadir Mau kepada awak media.
Sebelumnya Garbi NTT mengundang Fahri Hamzah ke Kupang untuk menghadiri Deklarasi Garbi NTT. Dalam momen itu Fahri Hamzah dijadwalkan membawakan orasi kebangsaan.
Rencana kedatangan Fahri Hamzah ini menuai protes dari berbagai elemen masyarakat. Kelompok Organisasi massa yang menamakan diri Brigade Meo menolak kehadiran Fahri Hamzah di Kupang. Mereka beralasan Fahri Hamzah kerap melontarkan pernyataan yang dinilai intoleran. Usai konfrensi pers, Brigade Meo yang kebetulan hadir langsung menggeruduk Garbi NTT. Sempat terjadi ketegangan dan adu mulut antara Garbi NTT dan Brigade Meo.
Ada juga kelompok massa yang menamakan diri Aliansi Penduduk NTT Tolak Fahri Hamzah. Laurens Watu Wewo dari kelompok ini menyatakan penolakan terhadap Fahri Hamzah lantaran Wakil Ketua DPR itu sering melontarkan pernyataan bernada provokasi. Bahkan Fahri Hamzah disebutkan mendukung ormas HTI yang telah dibubarkan pemerintah. Dia menegaskan NTT tidak butuh kehadiran orang seperti Fahri Hamzah.
Abdul Kadir Mau selaku Ketua Garbi NTT menegaskan keinginan untuk menghadirkan Fahri Hamzah karena dia dianggap sebagai tokoh yang kontra serta berani dan tegas. Fahri Hamzah disebut berpikiran seperti kepada Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK), pemerintahan Jokowi serta perhatian kepada kelompok pemuda.
“Kami ingin hadirkan Fahri, karena ingin dengar penjelasan dari dia, kenapa selalu kritis,” ujarnya.
Terkait keterlibatan Garbi dengan partai politik atau ormas lainnya, Abdul Kadir Mau membantah. Dia menegaskan bahwa Garbi adalah murni gerakan anak muda yang ingin memajukan Indonesia, dan tidak terlibat dengan partai politik atau ormas apapun.
Fahri Hamzah sedih dengan adanya penolakan dirinya di Kupang. Fahri menyayangkan hal tersebut bisa terjadi. Sebgai pytra Sumbawa-NTB, dia mengatakan NTB dan NTT merupakan provinsi di Indonesia yang berada dalam gugusan Sunda Kecil dan termasuk dalam Kepulauan Nusa Tenggara.
“Saya punya kenangan dengan NTT. Kalau ada teman-teman yang di sana tidak tahu bagaimana saya orangnya, saya sedih juga jadinya. Karena di kampung saya itu banyak orang NTT. Begitu juga sebaliknya,” kata Fahri di Senayan, Jakarta, Rabu (17/10).
Fahri Hamzah menduga aksi penolakannya ke Kupang memiliki unsur politik. Padahal dia mengaku tujuannya ke Kupang bukan untuk berpolitik melainkan untuk mengenang kehidupan Soekarno yang dibuang ke Ende. Dalam kunjungan ke Kupang, Fahri Hamzah juga berencana ke Ende. Menurut dia, salah satu bagian yang paling berkesan dalam sejarah pembuangan Soekarno adalah waktu di Ende.
“Kok tiba-tiba seperti ini? Jadi seperti yang saya bilang, politik ini membut kita pecah, seolah-olah kita ini beda. Kita ini satu keluarga besar. Waspadalah. Apalagi sudah menjadi alat politik,” tegas Fahri Hamzah.*** (eny)
Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Festival Musik Tradisi Indonesia Digelar di 10 Daerah, dari Bogor Hingga Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru