Fahri Hamzah Batal Orasi di Kupang

0
259
Fahri Hamzah Batal Orasi di Kupang
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah
Kupang-SuaraSikka.com: Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dipastikan batal melakukan orasi kebangsaan di Kupang yang direncanakan berlangsung hari ini, Kamis (18/10). Pembatalan ini terkait aksi penolakan yang dilakukan masyarakat NTT dan ormas-ormas lokal.
Informasi tentang pembatalan Fahri Hamzah ke Kupang, disampaikan langsung Ketua Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Perwakilan NTT Abdul Kadir Mau saat menggelar konferensi pers, Rabu (17/10) di Kupang.
“Kegiatan sudah kami batalkan, dan belum pasti kapan akan digelar lagi,” tegas Abdul Kadir Mau kepada awak media.
Sebelumnya Garbi NTT mengundang Fahri Hamzah ke Kupang untuk menghadiri Deklarasi Garbi NTT. Dalam momen itu Fahri Hamzah dijadwalkan membawakan orasi kebangsaan.
Rencana kedatangan Fahri Hamzah ini menuai protes dari berbagai elemen masyarakat. Kelompok Organisasi massa yang menamakan diri Brigade Meo menolak kehadiran Fahri Hamzah di Kupang. Mereka beralasan Fahri Hamzah kerap melontarkan pernyataan yang dinilai intoleran. Usai konfrensi pers, Brigade Meo yang kebetulan hadir langsung menggeruduk Garbi NTT. Sempat terjadi ketegangan dan adu mulut antara Garbi NTT dan Brigade Meo.
Ada juga kelompok massa yang menamakan diri Aliansi Penduduk NTT Tolak Fahri Hamzah. Laurens Watu Wewo dari kelompok ini menyatakan penolakan terhadap Fahri Hamzah lantaran Wakil Ketua DPR itu sering melontarkan pernyataan bernada provokasi. Bahkan Fahri Hamzah disebutkan mendukung ormas HTI yang telah dibubarkan pemerintah. Dia menegaskan NTT tidak butuh kehadiran orang seperti Fahri Hamzah.
Abdul Kadir Mau selaku Ketua Garbi NTT menegaskan keinginan untuk menghadirkan Fahri Hamzah karena dia dianggap sebagai tokoh yang kontra serta berani dan tegas. Fahri Hamzah disebut berpikiran seperti kepada Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK), pemerintahan Jokowi serta perhatian kepada kelompok pemuda.
“Kami ingin hadirkan Fahri, karena ingin dengar penjelasan dari dia, kenapa selalu kritis,” ujarnya.
Terkait keterlibatan Garbi dengan partai politik atau ormas lainnya, Abdul Kadir Mau membantah. Dia menegaskan bahwa Garbi adalah murni gerakan anak muda yang ingin memajukan Indonesia, dan tidak terlibat dengan partai politik atau ormas apapun.
Fahri Hamzah sedih dengan adanya penolakan dirinya di Kupang. Fahri menyayangkan hal tersebut bisa terjadi. Sebgai pytra Sumbawa-NTB, dia mengatakan NTB dan NTT merupakan provinsi di Indonesia yang berada dalam gugusan Sunda Kecil dan termasuk dalam Kepulauan Nusa Tenggara.
“Saya punya kenangan dengan NTT. Kalau ada teman-teman yang di sana tidak tahu bagaimana saya orangnya, saya sedih juga jadinya. Karena di kampung saya itu banyak orang NTT. Begitu juga sebaliknya,” kata Fahri di Senayan, Jakarta, Rabu (17/10).
Fahri Hamzah menduga aksi penolakannya ke Kupang memiliki unsur politik. Padahal dia mengaku tujuannya ke Kupang bukan untuk berpolitik melainkan untuk mengenang kehidupan Soekarno yang dibuang ke Ende. Dalam kunjungan ke Kupang, Fahri Hamzah juga berencana ke Ende. Menurut dia, salah satu bagian yang paling berkesan dalam sejarah pembuangan Soekarno adalah waktu di Ende.
“Kok tiba-tiba seperti ini? Jadi seperti yang saya bilang, politik ini membut kita pecah, seolah-olah kita ini beda. Kita ini satu keluarga besar. Waspadalah. Apalagi sudah menjadi alat politik,” tegas Fahri Hamzah.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini