Perilaku Bejat Pemalak di Pantai Wairi’i Megepanda

0
251
Perilaku Bejat Pemalak di Pantai Wairi’i Megepanda
Kapolres Sikka Rickson PM Situmorang didampingi Kasat Reskrim AKP Heffri Dwi Irawan memberikan keterangan pers tentang kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, Selasa (30/10) di Mapolres Sikka
Maumere-SuaraSikka.com: FS, laki-laki berusia 35 tahun, hampir setiap hari memalak orang yang berpiknik di Pantai Wairi’i Desa Kolisia Kecamatan Magepanda. Ternyata dia juga menyimpan perilaku bejat kepada perempuan. Buntutnya pada Senin (29/10) dia diciduk aparat keamanan karena melakukan hubungan badan dengan anak di bawah umur.
Lelaki yang tinggal di Wairi’i Desa Kolisia RT/RW 025/005 ini mengaku masih bujang. Kini dia sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dikenakan tindak pidana pelanggaran berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang didampingi Kasat Reskrim AKP AKP Heffri Dwi Irawan saat menyampaikan keterangan pers kepada media, Selasa (30/10), menyertakan juga tersangka. Tersangka mengenakan baju tahanan berwarna kuning. Dia juga menjawab beberapa pertanyaan yang diklarifikasi oleh para awak media.
Rickson Situmorang menjelaskan tersangka melakukan hubungan badan dengan seorang anak perempuan berinitial MAHI, yang berusia 17 tahun. Perilaku bejat ini dilakukan pada Sabtu (27/10) di Pantai Wairi’i. Korban berada di bawah tekanan sehingga mengikuti saja perintah tersangka. Kasus ini terungkap setelah korban bersama orangtuanya melaporkan ke SPKT Polres Sikka.
Keterangan dari Rickson Situmorang, bahwa pada Sabtu (27/10) sekitar jam 12.00 Wita, korban saat itu sedang duduk di pinggir pantai bersama seorang lelaki yang diketahui sebagai pacar korban. Lalu tiba-tiba datanglah pelaku dan mengejar pasangan anak muda itu.
Pacar korban yang ketakutan, berlari meninggalkan korban sendirian. FS kemudian menghampiri korban, kemudian mengajak korban ke pantai dengan alasan mengambil handphonenya tertinggal. Selanjutnya tersangka menyuruh korban menghadap ke pohon, tetapi korban tidak mau. Karena korban melawan, tersangka kemudian menarik tangan korban, membuka celana korbandan kemudian melakukan perkosaan.
Menjawab pertanyaan wartawan, tersangka mengatakan sering melakukan pemalakan di tempat itu. Terhadap korban, dia menakut-nakuti dengan mengatakan korban dan pacarnya duduk di tanah miliknya. Dia mengaku berbohong karena sesungguhnya tanah tersebut milik tetangga yang adalah Ketua RT di situ.
Tersangka mengaku hampir setiap hari melakukan pemalakan di Pantai Wairi’i. Uang hasil pemalakan biasanya dibelikan rokok dan kebutuhan lain. Tentang kasus pemerkosaan dia mengaku baru melakukan satu kali itu.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini