Longsor di Mapitara, 3 Anak Tewas, 1 Kritis

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 7 Januari 2019 - 21:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 37 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inilah lokasi longsoran di Dusun Watuwolot Desa Hale Kecamatan Kabupaten Sikka yang mewaskan tiga anak, Senin (7/1)

Inilah lokasi longsoran di Dusun Watuwolot Desa Hale Kecamatan Kabupaten Sikka yang mewaskan tiga anak, Senin (7/1)

Maumere-SuaraSikka.com: Tiga orang anak menjadi korban tewas saat sedang menambang pasir di Dusun Watuwolot Desa Hale Kecamatan Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Ketiganya meninggal karena tertimbun tanah yang longsor. Sementara 1 orang lainnya berhasil diselamatkan dan langsung dibawa ke RSUD TC Hillers Maumere.
Anak yang menjadi korban adalah dua orang kakak beradik atas nama Petrus Afriandi, 10 tahun, dan Emanuel Jefrianto, 8 tahun. Satunya lagi yakni Silferius Silik, 11 tahun, masih ada hubungan saudara dengan 2 anak yang tewas. Sementara yang dalam keadaan kritis adalah Marselinus Moa alias Doli, 20 tahun.
Pantauan media ini di lokasi kejadian, sekitar 45 kilometer dari Kota Maumere, ratusan orang memadati rumah Januarius Joni, si pemilik lahan. Mereka menyaksikan proses pencarian korban yang tewas akibat tertimbun tanah. Tampak terlihat sejumlah personil Basarnas Maumere, aparat TNI dan Polri, Tagana Sikka, sedang menggali timbunan pasir untuk mencari korban yang tertimbun.
Informasi yang direkam media ini, ketiga anak korban tewas sudah biasa menambang pasir di tempat itu, meskipun tidak setiap hari. Mereka mendapatkan upah dari pemilik lahan. Pada Senin (7/1) pagi, sekitar pukul 08.30 Wita ketiganya sudah berada di lokasi, lengkap dengan linggis kecil dan sak semen.
Lokasi penggalian pasir ini sudah membentuk tebing, persis berbatasan dengan rumah tetangga. Tinggi tebing itu kurang lebih 12 meter. Di atas tanah dataran tebing tumbuh sebuah pohon nangka, dan terdapat sebongkah batu besar. Saat itu tiga anak yang tewas berdiri di bawah ketinggian tebing sambil menambang pasir. Sementara ada tiga orang dewasa lainnya sedang memungut batu kerikil.
Wihelmus Wirianti, 18 tahun, salah seorang saksi mata menuturkan peristiwa longsornya pasir berlangsung begitu cepat. Dia juga berada di lokasi, karena sedang menaikkan batu kerikil ke atas dump truk. Tiba-tiba saja tanah longsor, lalu pohon nangka roboh, dan batu besar menggelinding ke bawah. Wilhelmus Wiranti dan Ifantus Nong langsung spontan menghindar, sementara keempat orang ini tidak sempat menyelamatkan diri.
“Tidak ada tanda-tanda. Tiba-tiba saja longsor. Saya dan teman refleks keluar dari tempat itu. Lalu saya lihat yang lainnya ternyata sudah tertimbun. Saya langsung berteriak minta tolong,” cerita pelajar Kelas XII SMKN 3 Maumere Jurusan TITL.
Warga masyarakat pun ramai mendatangi lokasi kejadian untuk memberikan bantuan. Mereka masih bisa menyelamatkan Doli, sopir dump truk. Saat diangkat dari timbunan, korban masih bernafas. Warga segera membawanya ke Puskesmas Mapitara, yang kemudian dirujuk ke RSUD TC Hillers Maumere.
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang yang dihubungi di lokasi kejadian membenarkan peristiwa ini telah berakibat tiga orang anak menjadi korban, dan 1 orang dewasa selamat. Sementara ini belum ada unsur pidana, namun pihaknya sedang mengumpulkan keterangan untuk memperjelas peristiwa tersebut.
Rickson Situmorang berada di lokasi kejadian didampingi Wakapolres Kompol Iwan Iswahyudi, Kapolsek Bola Iptu Darius Dewa, Kasat Reskrim Iptu Heffri Dwi Irawan, Kasat Sabhara Messakh Hetharie, dan Danramil Bola. Tampak hadir juga Kepala Basarnas Maumere I Putu Sudayana, Camat Mapitara Theresia N. Donata, serta Kepala Desa Hale Albertus Ruben.*** (eny)
Baca Juga :  Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru