Wow! Jembatan Putus, 8 Mobil Terperangkap
Dibaca 34 kali
Kendaraan-kendaraan yang terperangkap akibat jembatan putus akhirnya bisa dievakuasi melewati Kali Dagemage, Jumat (18/1)
Maumere-SuaraSikka.com: Banjir bandang menghanyutkan dua jembatan di Desa Kolisia Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka Propinsi NTT, Kamis (17/1). Dua jembatan ini berjarak kurang lebih 100 meter. Sebanyak 8 mobil terperangkap di antara dua jembatan yang putus tersebut, yakni 3 buah truk, 1 dump truk, 3 pick up, dan 1 angkutan pedesaan. Puluhan motor berbagai merek pun ikut terjebak.
Yanto, salah seorang sopir truk mengatakan dia mengangkut barang-barang dari Maumere untuk keperluan PLTU Ropa di Kabupaten Ende. Dia masih sempat melewati Jembatan Magerepu, kira-kira 100 meter sebelum Jembatan Darurat Dagemage. Lalu dia ikut antri bersama kendaraan bermotor lainnya untuk melewati jembatan darurat sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu hujan deras, dan debit air cukup tinggi pada Kali Dagemage.
Berita Terkait:
Banjir bandang yang deras itu akhirnya menghanyutkan dua jembatan darurat di Dagemage sekitar pukul 15.30 Wita. Bersamaan dengan itu terbetik kabar Jembatan Magerepu pun ikut hanyut banjir. Praktis kendaraan-kendaraan bermotor yang sedang antri ini pun ikut terperangkap.
Andi, seorang sopir pick up mengisahkan saat itu suasana begitu panik. Apalagi banjir bandang mulai mengikis sampai ke pinggir tebing. Kendaraan-kendaraan bermotor pun memilih parkir di tempat yang jauh dari kali. Malam itu Andi dan kawan-kawan yang menumpang di pick up terpaksa tidur di dalam mobil. Bersyukur tidak jauh dari tempat itu ada warung makan.
Setelah banjir bandang pelan-pelan mulai surut, warga masyarakat sekitar membantu mengevakuasi kendaraan roda dua ke seberang kali. Itu pun harus ada biaya ekstra dari pemilik kendaraan. Hingga akhirnya tersisa 8 mobil yang belum bisa dievakuasi.
Pada Jumat (18/1) pagi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka menurunkan sebuah alat berat untuk membantu evakuasi 8 mobil tersebut. Kebetulan alat berat ini sengaja disiagakan di dekat Kali Dagemage untuk mengantisipasi jika terjadi bencana.
Pantauan media ini, alat berat dari Dinas PUPR Sikka ini menyingkirkan material berupa batu-batu besar dan gelagar yang menutup jalur alternatif sebelumnya. Setelah kondisi memungkinkan, akhirnya 8 mobil tersebut bisa diseberangkan untuk melanjutkan perjalanan.
Sebagaimana diketahui, hujan deras yang menghantam wilayah Kabupaten Sikka Propinsi NTT, Kamis (17/1) kemarin, mengakibatkan dua jembatan di Kecamatan Magepanda putus dan terbawa banjir bandang. Praktis transportasi pantai utara (pantura) lumpuh total.
Dua jembatan yang putus itu terletak di Desa Kolisia, yakni Jembatan Darurat Dagemage, dan Jembatan Megerepu. Jarak dua jembatan ini kurang lebih 100 meter saja. Jalur ini menghubungkan 8 kabupaten di Pulau Flores, dari Kabupaten Flores Timur di ujung timur, hingga Kabupaten Manggarai Barat di ujung barat.*** (eny)