Upah Belum Dibayar, Tenaga Kerja Blokir Jembatan Ubeloler

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 21 Januari 2019 - 13:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 55 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para tenaga kerja memblokir Jembatan Ubeloler di Desa Kringa Kecamatan Talibura karena kontraktor pelaksana belum membayar upah kerja

Para tenaga kerja memblokir Jembatan Ubeloler di Desa Kringa Kecamatan Talibura karena kontraktor pelaksana belum membayar upah kerja

Maumere-SuaraSikka.com: Perilaku klasik pelaksana pekerjaan fisik proyek kembali dipertontonkan. Kontraktor pelaksana tidak membayar upah kerja dengan berbagai alasan, seperti yang terjadi pada Proyek Penggantian Jembatan Ubeloler di Desa Kringa Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Akibatnya para pekerja pun nekad memblokir jembatan tersebut sehingga tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.
Padahal proyek yang dikerjakan PT Telaga Pasir Kuta ini sudah dilakukan serah terima tahap pertama atau yang biasa disebut provisional hand over (PHO) pada pertengahan Desember 2018 lalu. Usai PHO, terbetik kabar, Suwanto, selaku Direktur Utama PT Telaga Pasir Kuta, langsung berangkat ke Surabaya, tanpa membayar upah para pekerja. Upah yang belum dibayar mencapai ratusan juta rupiah.
Para pekerja memblokir akses jembatan, sejak Rabu (16/1). Mereka menutup dengan pagar bambu dan batang-batang kayu, baik dari arah Maumere maupun dari Larantuka. Beberapa meter dari jembatan, terdapat plang yang sengaja diletakkan di atas badan jalan. Plang itu bertuliskan tuntutan yang berbunyi “Dilarang Lewat Sebelum Tenaga Kerja Dibayar”.
Gaspar Gusar, salah satu pekerja pada proyek ini menjelaskan pemblokiran dilakukan karena para pekerja kecewa dengan sikap kontraktor pelaksana. Mereka sudah berulang-ulang kali meminta agar hak mereka dibayarkan, namun belum saja terealisir.
“Setelah PHO kami sudah minta agar segera bayar upah. Beberapa kali ke Maumere bertemu dengan pelaksana di lapangan yang namanya Hari. Tapi dia selalu beralasan direktur belum transfer ke rekeningnya. Makanya kami tutup saja (jembatan) sampai dengan kontraktor bayar upah kami,” ungkap Gaspar Gusar.
Upah yang belum dibayar kontraktor pelaksana, menurut perhitungan Gaspar Gusar yakni pekerjaan pemasangan batu seluas 500 meter kubik, dengan perjanjian 1 meter kubik dibayar Rp 120.000, sehingga totalnya Rp 60 juta. Selain itu ada juga pekerjaan pencoran deck, backiting dan pemasangan tiang pancang, serta pengadaan material berupa kerikil dan pasir. Jika ditotal secara keseluruhan bisa mencapai lebih dari Rp 100 juta.
Satker 64 PPK Maumere-Waerunu Anak Agung Gede Esa yang dihubungi media ini melalui telepon selular, Senin (21/1), membenarkan para pekerja memblokir Jembatan Ubeloler. Dia menjelaskan pemblokiran dilakukan karena kontraktor pelaksana belum membayar upah para pekerja.
“Memang sempat terjadi pemalangan oleh tenaga kerja karena kontraktor belum penuh melakukan pembayaran. Tapi informasi yang saya dengar kontraktor sudah siap membayar kekurangannya, dan blokirnya sudah bisa dibuka,” jelas Anak Agung Gede Esa.
Anak Agung Gede Esa sendiri belum mengetahu secara pasti kapan kontraktor akan merealisasikan pembayaran kekurangan upah tenaga kerja. Tapi dia meyakini bahwa sudah ada kesepakatan antara kontraktor pelaksana dan tenaga kerja untuk waktu pembayaran.
Sementara itu Suwanto selaku Direktur PT Telaga Pasir Kuta maupun Hari yang disebut-sebut sebagai pelaksana lapangan, belum bisa dihubungi. Media ini kesulitan menemui pihak-pihak tersebut.*** (eny)
Baca Juga :  Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru