Alih Waris Gugat Tanah SPBU Larantuka

0
491
Alih Waris Gugat Tanah SPBU Larantuka
Lokasi SPBU 01 di Gege Larantuka yang kini menjadi objek gugatan
Larantuka-SuaraSikka.com: Tanah tempat dibangunnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 01 di Gege Kelurahan Waihali Kecamatan Larantuka kabupaten Flotim Propinsi NTT, kini menjadi objek gugatan. Hal ini diketahui setelah Alexander Blanteran de Rosari alias Alex, yang mengaku sebagai salah satu ahli waris, melaporkan persoalan tesebut kepada SPKT Polres Flotim pada Selasa (12/2) lalu.
Dalam keterangannya kepada polisi, Alex mengatakan tanah seluas 1.859 meter persegi itu dikuasai oleh terlapor, IBR, yang adalah kakak kandungnya. IBR menguasai tanah tersebut sejak 14 Juli 1992, dengan menerbitkan sertifikat atas nama terlapor. Dia menduga kuat penerbitan sertifikat dilakukan dengan cara memalsukan dokumen akta pembagian warisan dan akta hibah.
Laporan polisi tentang dugaan pemalsuan dokumen ini diterima Aipda Satriawan sekitar pukul 10.00 Wita. Seterusnya Alex sebagai pelapor diambil keterangan sebagai saksi oleh penyidik pembantu Brigpol Adrianus F. Wenggo. Pelapor yang didampingi kuasa hukum Agustina Lamabelawa, menjawab 26 pertanyaan.
Menurut keterangan Alex, tanah tersebut milik Martinus Blanteran de Rosari, yang adalah orang tua kandung dari pelapor dan terlapor. Sampai dengan Martinus Blanteran de Rosari meninggal, tanah tersebut belum bersertifikat, dan belum dibagikan kepada semua ahli waris yang terdiri dari 14 orang anak.
Alex mengaku baru mengetahui status tanah sudah berpindah tangan ke terlapor pada tahun 2013. Saat itu dia mendengar bahwa terlapor memberikan akta hibah kepada Sinto Blanteran de Rosari, yang juga adalah salah satu ahli waris. Setelah ditelusuri, dia menduga terlapor melakukan pemalsuan dokumen untuk menguasai tanah tersebut.
“Kuat dugaan terlapor memalsukan dokumen akta pembagian warisan dan akta hibah yang menjadi dasar penerbitan setifikat tanah tesebut. Dan ini dilakukan tanpa sepengetahuan ibu kandung kami yang masih hidup sampai sekarang, dan juga tanpa sepengetahuan semua alih waris,” terang Alex kepada polisi.
Sejak mengetahui status tanah sudah dikuasai orang lain tanpa prosedural yang benar, Alex mengaku telah membicarakan kondisi ini dengan alih waris yang lain. Mereka pun bersepakt menyelesaikan secara kekeluargaan. Namun, katanya, terlapor tidak pernah mengindahkan rencana penyelesaian jalur  keluarga. Karena itu untuk memastikan status kepemilikan tanah, pelapor menempuh jalur hukum.
Di atas tanah yang kini menjadi objek gugatan, terlapor mendirikan sebuah SPBU yang sudah beroperasi selama ini. Menjawab pertanyaan penyidik pembantu, Alex mengatakan hasil usaha dari SPBU tidak pernah dibagikan kepada ahli waris yang lain.
Hal lain yang disampaikan Alex kepada polisi bahwa ibu kandungnya dalam beberapa tahun terakhir tinggal bersama terlapor di Kelurahan Pohon Sirih Kecamatan Larantuka Kabupaten Flotim. Setiap kali terlapor memberikan uang kepada ibu kandungnya, terlapor selalu membuat nota/kuitansi yang menyatakan dengan uang pemberian tersebut terlapor telah membayar biaya jual tanah.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini