Diperiksa Penyidik, RT Menyangkal Disebut Bandar KP

0
213
Diperiksa Penyidik, RT Menyangkal Disebut Bandar KP
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang
Maumere-SuaraSikka: Setelah dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik, RT yang disebut-sebut sebagai bandar kupon putih (KP) di Maumere Kabupaten Sikka Propinsi NTT akhirnya memenuhi panggilan ketiga. Saat diperiksa penyidik dua minggu lalu, dia justeru menyangkal disebut sebagai bandar KP.
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang yang dihubungi kemarin menginformasikan RT sudah memberikan keterangan kepada penyidik terkait operasi penangkapan pengepul KP beberapa waktu lalu.
“Sudah di-BAP, dia menyangkal terlibat kupon putih,” ujar Rickson Situmorang melalui pesan WhatsApp, Rabu (27/2).
Kasat Reskrim Polres Sikka AKP Heffri Dwi Irawan yang dihubungi di ruang kerjanya, Kamis (28/2), menjelaskan RT dimintai keterangan sebagai saksi atas tersangka WW yang ditangkap di Koting. Pemanggilan WW berdasarkan keterangan WW yang menyebut menyetor uang hasil pembelian KP kepada seorang bandar bernama RT.
“Kita sudah periksa, sekitar dua minggu lalu. Dia menyangkal terlibat dalam KP. Yah itu hak dia,” jelas Heffri Dwi Irawan.
Heffri Dwi Irawan mengatakan penyidik mengalami kesulitan untuk menejerat RT, karena alat bukti yang tidak cukup. Keterangan WW belum bisa dijadikan alat bukti karena hanya keterangan lisan tanpa ada bukti. Menurut dia, tidak ada satu bukti percakapan di handphone milik WW yang menyebut nama RT sebagan bandar KP.
“Memang agak sulit karena alat bukti tidak cukup. Mengungkap KP ini harus operasi tangkap tangan,” tambah dia.
Sebagaimana diketahui, pada Desember 2018 lalu aparat keamanan Polres Sikka berhasil mencokok 7 orang pengepul KP di berbagai tempat berbeda. Dua pengepul dan satu penjual ditangkap pada Rabu (12/12/2018). Menyusul setelah itu, Sabtu (15/12/2018), polisi kembali menggelandang empat orang yang terlibat judi ilegal ini.
Namun aparat keamanan belum berhasil meringkus bandar-bandar KP yang diduga sebagai penggerak usaha ilegal ini. Bandar-bandar KP masih bebas berkeliaran, belum disentuh sedikit pun oleh aparat keamanan.
Informasi yang dihimpun media ini, terdapat beberapa bandar besar di Kota Maumere. Mereka ini yang memiliki usaha menjalankan praktik judi tanpa izin itu. Setiap tebakan dibeli dengan harga Rp 1.000. Untuk tebakan jitu 2 angka dibayar Rp 65.000, jitu 3 angka Rp 350.000, dan jitu 4 angka Rp 2.500.000. Kegiatan judi KP ini dilaksanakan selama 5 hari dalam 1 minggu, yaitu Minggu, Senin, Rabu, Kamis, dan Sabtu.
Dari penelusuran media ini, setiap bandar memiliki puluhan orang yang bekerja membantunya yang biasa disebut dengan pengepul. Para pengepul mendapat komisi harian dari bandar yakni 2 angka 25 persen dan 3-4 angka 50 persen. Para pengepul juga memilki orang-orang yang membantunya bekerja yang biasa disebut dengan pengecer atau istilah yang biasa terdengar yakni loket.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini