Selamat Tinggal Dana Adat Pendidikan!

0
203
Selamat Tinggal Dana Adat Pendidikan!
Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa
Maumere-SuaraSikka.com: Janji politik Bupati dan Wakil Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong dan Romanus Woga (Roma) tentang dana adat pendidikan, ternyata sulit direalisir. Sepertinya masyarakat Kabupaten Sikka harus segera menyampaikan selamat tinggal dana adat pendidikan.
Keinginan besar yang digembar-gemborkan sejak masa kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sikka Tahun 2018 itu, ternyata tidak didukung regulasi yang baik. Apalagi dana adat pendidikan itu sendiri tidak masuk dalam RPJMD Kabupaten Sikka Tahun 2018-2023. Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa menyebutkan yang muncul di RPJMD hanyalah bantuan keuangan bagi mahasiswa miskin.
“Nah ini penting, teman-teman wartawan perlu sampaikan ke masyarakat. Dana adat pendidikan itu tidak ada. Di RPJMD tidak ada dana adat. Yang ada hanya bantuan keuangan untuk mahasiswa miskin, dalam kurung dalam bentuk kredit,” ungkap politisi Partai Golkar itu.
Dia menambahkan saat pembahasan RPJMD, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sikka berkeberatan terhadap usulan pemerintah yang ingin mengalokasikan bantuan keuangan kepada mahasiswa miskin, tetapi dalam bentuk kredit. Pansus DPRD sangat tidak setuju dengan pemberian secara kredit karena hanya akan membebankan masyarakat.
“Itu yang menjadi substansi pembahasan di DPRD. Kami tidak setuju kalau untuk diberikan kepada masyarakat yang katanya susah, yang harus dibantu tetapi kita berikan kredit. Kami mau kalau bantuan kepada masyarakat, kasih saja kepada masyaraat, dalam bentuk hibah atau beasiswa,” ujar dia.
Dalam perkembangan pembahasan RPJMD, Pansus DPRD dan pemerintah akhirnya bersepakat dengan nomenklatur bantuan keuangan dalam bentuk beasiswa miskin bagi mahasiswa. Hasil kesepakatan ini sudah dibawa ke Pemprop NTT untuk asistensi. Menurut dia, tidak ada perubahan pada saat hasil asistensi.
Dengan kondisi terbaru seperti yang dijelaskan Gorgonius Nago Bapa, maka bisa dipastikan, kecil kemungkinan dana adat pendidikan bisa terealisir. Robby Idong yang dihubungi sebelumnya terkait dana adat pendidikan mengaku belum mendapat laporan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).***
Gorgonius Nago Bapa menambahkan bantuan keuangan bagi mahasiswa dalam bentuk beasiswa adalah program yang biasa saja. Hampir setiap bupati memiliki program seperti ini.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini