OTT Rommy Terkait Pengisian Jabatan di Kementerian Agama

0
86
OTT Rommy Terkait Pengisian Jabatan di Kementerian Agama
Ketua Umum PPP Romahurmuzy yang mengenakan topi, tampak merunduk ketika tiba di Gedung KPK
Jakarta-SuaraSikka.com: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketum PPP Romahurmuzy berkaitan dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama. Lembaga antirusuh ini pun langsung menyegel ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, yang juga adalah Ketua Majelis Pakar PPP.
“Iya (disegel), iya benar. Jadi itu bagian dari proses yang memang harus dipenuhi KPK,” kata Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag Mastuki sebagaimana dikutip dari detik.com, Jumat (15/3).
Pintu ruang kerja Kemenag terlihat tertutup rapat. Pegangan pintu itu diikat dengan KPK Line. Ada juga stempel KPK di pintu itu. Selain ruang Menteri Agama, ruang kerja Sekjen Kemenag juga disegel KPK.
Terkait penyegelan ini, Kemenag menegaskan akan bersikap kooperatif. Mastuki mengaku akan membantu proses yang dilakukan KPK.
“Jadi kami kooperatif saja. Kami membantu proses yang memang itu bagian dari yang harus dilakukan, karena ada proses di KPK,” ujar Mastuki.
Ditanya apakah Menag akan memberi pernyataan mengenai kasus ini, Mastuki menyebut kasus ini tengah diproses KPK. Jadi Kemenag mengembalikan hal tersebut ke KPK.
“Tergantung KPK. Proses ini kan dilakukan KPK, prosedur yang dilakukan KPK ya mereka yang memutuskan, bukan kami. Prinsipnya, kami bersedia membantu, komitmen kami sejak lama. Berkaitan dengan reformasi birokrasi sudah kami lakukan lama. Kami selama ini tidak menutupi,” jelas Mastuki.
Soal pengisian jabatan di Kemenag, dia menyebut pengisian jabatan dilakukan secara transparan, karena proses yang dilakukan sesuai mekanisme dan prosedur. Prosedur itu dilakukan dengan pengumuman secara terbuka mengenai siapa yang mengikuti. Seleksi dilakukan oleh panitia seleksi.
“Mulai pengumuman secara terbuka, siapa yang mengikuti, dilakukan pansel, kemudian masuk dilakukan penilaian kompetensi, psikologi. Semua transparan,” tutur Mastuki.
Mastuki menyatakan untuk pejabat eselon II, pengisian jabatan melalui persetujuan Menteri Agama. Namun, menurutnya, nama-nama yang masuk ke Menteri pasti sudah memenuhi syarat.
“Oh iya, untuk eselon II terutama itu memang persetujuan Menag, setelah proses yang tadi dilakukan secara terbuka, transparan, Pak Menteri menetapkan mana yang memenuhi syarat. Yang masuk Menag kan pasti sudah memenuhi syarat,” ujar Mastuki.
Sementara itu Rommy sudah tiba KPK setelah terjaring OTT di Surabaya. Dia tidak memberikan keterangan sedikit pun. Dari pantauan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rommy tiba sekitar pukul 20.13 WIB. Dia tampak menunduk dan berjalan di belakang salah seorang tim dari KPK. Rommy mengenakan jaket warna hitam, selain itu memakai kacamata, topi, dan masker.
KPK sebelumnya menyebut total ada 6 orang yang terjaring OTT. Unsur yang terjaring yakni anggota DPR, swasta dan pejabat Kementerian Agama di daerah. KPK menduga ada transaksi suap yang dilakukan orang-orang itu. Suap itu disebut Kabiro Humas KPK Febri Diansyah terkait pengisian jabatan di Kemenag (Kementerian Agama) pusat dan daerah.
Status hukum Rommy dan mereka yang ditangkap masih sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sebelum menentukan status hukum Rommy dkk.
Romahurmuziy terkena OTT KPK di Surabaya, Jawa Timur, pagi tadi. Ada empat orang lain yang ditangkap dalam OTT KPK tersebut. KPK menyebut Rommy ditangkap terkait transaksi haram dalam pengisian jabatan di Kementerian Agama di pusat dan daerah. Namun KPK belum membeberkan detail perkara itu.
“KPK juga mengamankan sejumlah uang yang diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama. Hal ini kami duga sudah terjadi beberapa kali sebelumnya,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini