Anggi Sampaikan Terima Kasih kepada Mensos RI

1
57
Anggi Sampaikan Terima Kasih kepada Mensos RI
Fransiska Hesti Anggraini pelajar Kelas 5 SDI Kode menerima bantuan dari Mensos RI Agus Gumawang Kartasasmita di Maumere, Selasa (19/3)
Maumere-SuaraSikka.com: Anggi tidak pernah membayangkan bisa bertemu langsung dengan Mensos RI Agus Gumawang Kartasasmita, Selasa (19/3), di Maumere. Bukan hanya sekedar bertemu, tapi dia juga menerima bantuan dari sang menteri berupa uang tunai sebesar Rp 1 juta. Hanya kata terima kasih yang bisa dia sampaikan.
Gadis cantik berusia 10 tahun itu memiliki nama lengkap Fransiska Hesti Anggraini. Dia adalah pelajar Kelas 5 SDI Kode di Desa Nele Wutung Kecamatan Nele Kabupaten sikka Propinsi NTT. Dia dinobatkan sebagai pelajar berprestasi untuk tingkat SD sederajat dari keluarga penerima manfaat program keluarga harapan.
Putri bungu pasangan Frransiskus Tomi dan Paskalia Novi Prihatin Ningsih ini memang pantas disebut sebagai pelajar berprestasi. Sejak duduk di bangku Kelas 1, Anggi selalu menjadi juara kelas. Nilai-nilai rapornya di atas rata-rata.     Tidak hanya itu. Dia juga menjadi pemenang kedua lomba mewarnai tingkat Keuskupan Maumere, dan pemenang kedua lomba dokter kecil tingkat Kecamatan Nele.
Anggi Sampaikan Terima Kasih kepada Mensos RI
Fransiska Hesti Anggraini bangga mendapat bantuan dari Mensos RI
“Senang sekali bisa bertemu Menteri dan dapat bantuan uang. Nanti uangnya saya kasihkan ke orang tua untuk beli perlengkapan sekolah,” ujar blasteran Nele Jawa itu.
Sebelum mendapat kesempatan khusus bertemu Menteri Sosial, Anggi dan kawan-kawan dari SDI Kode ditugaskan sebagai penari penjemput rombongan menteri di halaman Gedung Sikka Convention Center. Kelompok penari Sanggar Nibong Kibok ini membawakan tarian penjemputan tradisionil modern. Anggi berada pada posisi paling belakang, dan melenggak-lenggok ceria mengikuti dentuman gong waning.
Anggi Sampaikan Terima Kasih kepada Mensos RI
Pose bersama usai menerima bantuan dari Mensos RI
Ketika namanya disebutkan untuk menerima bantuan, gadis yang bercita-cita sebagai dokter ini tanpa ragu melangkah ke depan. Dia berdiri dalam barisan penerima bantuan, bersama Fransiska Florensia Lodan siswi SMP Satu Atap Pigang dan Henderikus Hekur siswa SMAN 1 Tanarawa.
Mensos RI menyerahkan bantuan secara simbolis berupa plakat penghargaan bertuliskan Apresiasi Siswa Berprestasi, lalu mengenakan ransel sekolah pada punggung Anggi. Dia menerima dengan senyum kebanggaan. Tidak lupa dia menyalami tangan sang menteri dan menciumnya, sambil mengucapkan terima kasih. Sebuah ungkapan kesederhanaan yang sering menjadi ciri khas anak-anak di daerah ini.
Menjadi juara dari Kelas 1 hingga Kelas 5, bukanlah hal yang gampang. Gadis penurut ini punya jadwal belajar tetap. Setiap hari setelah makan malam pukul 19.00 Wita, dia langsung membuka-buka buku pelajaran, sesuai mata pelajaran keesokan harinya. Dia tidka perlu menunggu diperintah belajar oleh orang tua atau dua kakaknya, tetapi dia melakukan itu dengan kesadaran sendiri. Ketekunan dan tanggung jawab menjadi kata kunci bagi Anggi untuk meniti masa depan pendidikan yang lebih baik.*** (eny)

KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini