Survei 7 Lembaga, Jokowi-Maruf Unggul

0
76
Survei 7 Lembaga, Jokowi-Maruf Unggul
Pasangan calon presiden dan wakil presiden saat pengundian nomor urut calon
Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah lembaga survei merilis hasil survei terkait elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden. Dari keseluruhan survei, sebagaimana dikutip dari kompas.com, pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin unggul atas pasangan Prabowo Subanto dan Sandiaga Uno.
Alvara Survei yang digelar lembaga Alvara Research Center, menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf unggul atas Prabowo-Sandi. Berdasarkan survei dari 22 Pebruari hingga 2 Maret 2019, terhadap 1.200 responden yang mewakili 34 propinsi, 53,9 persen responden memilih Jokowi-Ma’ruf. Sementara 34,7 persen responden memilih Prabowo-Sandi.
“Jumlah responden yang menjawab tidak tahu sebanyak 11,4 persen,” ujar CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali, Rabu (27/3).
Hasanuddin mengungkapkan, tren elektabilitas Jokowi-Maruf cenderung stabil. Pada Agustus 2018, survei Alvara menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 53,6 persen, sementara Prabowo-Sandi 35,2 persen. Oktober 2018, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf naik sedikit menjadi 54,1 persen, sementara elektabilitas Prabowo-Sandi turun jadi 33,9 persen. Desember 2018, elektabilitas Jokowi-Maruf kembali naik jadi 54,3 persen, sementara Prabowo-Sandi juga naik menjadi 35,1 persen.
Pasangan Jokowi-Ma’ruf juga unggul pada survei yang digelar lembaga survei Vox Populi. Survei digelar dari 5 hingga 15 Maret 2019.
“Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 54,1 persen, sementara elektabilitas Prabowo-Sandi 33,6 persen,” ujar Direktur Riset Vox Populi Research Center Dika Moehamad dalam siaran pers resminya, Senin (25/3).
Adapun jumlah responden yang memilih tidak tahu/tidak menjawab sebesar 12,3 persen. Dika mengatakan, tingginya selisih elektabilitas antara Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi disebabkan tingginya kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
Indobarometer Survei yang dilakukan Indo Barometer pada 15-21 Maret 2019 menunjukkan selisih elektabilitas antara pasangan calon Joko Widodo-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi mencapai 18,8 persen.
Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf mencapai 50,8 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 32 persen. Sisanya ialah mereka yang masih merahasiakan pilihannya sebesar 17,2 persen.
“Pilpres 2019 merupakan pengulangan Pilpres 2014. Sebab, yang bertarung adalah calon presiden yang sama, yakni Jokowi vs Prabowo. Tercatat capres petahana masih memiliki elektabilitas lebih tinggi dari Prabowo,” ujar peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli, di lokasi pemaparan hasil survei, Hotel Century, Senayan, Jakarta, Selasa (2/4).
Jika dibandingkan hasil survei Indo Barometer Februari lalu, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf naik 0,6 persen, sedangkan Prabowo-Sandi naik 3,1 persen.
Sementara lembaga survei asal Australia, Roy Morgan menyebut elektabilitas Jokowi sebesar 56,5 persen dan Prabowo 43,5 persen.  Survei ini tidak mengikutsertakan nama calon wakil presiden. Namun demikian, angka keterpilihan Jokowi mengalami penurunan 0,5 persen dibanding satu bulan sebelumnya atau Pebruari 2019. Sebaliknya, Prabowo naik 0,5 persen pada periode yang sama.
Survei ini dilakukan pada pertengahan Februari sampai pertengahan Maret 2019 dengan responden sebanyak 1.102 orang di atas 17 tahun di 17 propinsi. Roy Morgan menggunakan metode wawancara tatap muka pada survei ini dengan margin of error kurang lebih 1,3 persen.
Pada Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dan dirilis pada Selasa (2/4), elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 56,8 persen hingga 63,2 persen, sementara elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi sebesar 36,8 persen hingga 43,2 persen.
Menurut peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, pengumpulan data survei dilakukan dari 18 hingga 26 Maret 2019. Survei yang dilakukan terhadap 1.200 responden ini menggunakan metode multistage random sampling.
Survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas pada 22 Pebruari 2019 – 5 Maret 2019 menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf berada di angka 49,2 persen, sementara Prabowo-Sandi 37,4 persen. Adapun, 13,4 persen responden menyatakan rahasia. Namun, jika kelompok yang belum memutuskan pilihan terbagi secara proporsional, potensi kemenangan Jokowi-Ma’ruf ada di angka 56,8 persen, sementara Prabowo-Sandi 43, 2 persen.
Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak melalui pencuplikan sistematis bertingkat di 34 propinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error 2,2 persen. Peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan menuliskan, jarak elektabilitas kedua pasangan calon semakin menyempit, 11,8 persen.
Sementara menurut lembaga survei Indikator, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 55,4 persen dan Prabowo-Sandi 37,4 persen. Direktur Eksekutif Indikator, Burhanudin Muhtadi, mengatakan, hingga akhir Maret 2019, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf masih unggul signifikan.
“Jokowi-Ma’ruf mendominasi pada kelompok gender, usia, desa/kota, kelas ekonomi, etnis jawa, basis Nahdlatul Ulama (NU), pendidikan menengah ke bawah, terutama dari kalangan blue collars,” ungkap Burhanudin di kantor Indikator Politik Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (3/4).
Survei ini dilakukan terhadap 1.220 responden dengan metode random samping. Adapun margin of error sebesar 2,9 persen dan tingkat kepercayaannya 95 persen. Survei ini dibiayai secara mandiri.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini