Euforia Kelulusan dengan Ugal-Ugalan, Polisi Amankan Puluhan Pelajar

0
113
Euforia Kelulusan dengan Ugal-Ugalan, Polisi Amankan Puluhan Pelajar
Wakapolres Sikka Kompol Iwan Iswahyudi sedang memberikan pembinaan kepada para pelajar yang ugal-ugalan merayakan kelulusan, Senin (13/5)
Maumere-SuaraSikka.com: Aparat keamanan dari Polres Sikka terpaksa mengamankan puluhan pelajar di Kota Maumere, Senin (13/5). Para pelajar diamankan karena melakukan euforia kelulusan dengan cara ugal-ugalan di jalan menggunakan kendaraan bermotor.
Pelajar yang ugal-ugalan itu menggunakan kendaraan bermotor yang berknalpot racing, tidak mengenakan helm, dan tidak membawa surat kelengkapan bermotor seperti STNK dan SIM. Barang bukti berupa kendaraan bermotor pun ikut diamankan.
Seperti disaksikan media ini, aparat keamanan menyisir sejumlah lokasi yang dijadikan tempat ugal-ugalan, seperti di Jalan Eltari, Jalan Lingkar Luar, dan ruas jalan yang berdekatan dengan sekolah. Mengetahui kehadiran polisi, beberapa pelajar sempat melarikan diri dengan kecepatan tinggi.
Para pelajar yang diamankan kemudian dibawa ke Mapolres Sikka di Jalan Ahmad Yani untuk dilakukan pembinaan. Wakapolres Sikka Kompol Iwan Iswahyudi mengingatkan para pelajar untuk mensyukuri kelulusan dengan cara-cara yang positip dan simpatik.
Euforia Kelulusan dengan Ugal-Ugalan, Polisi Amankan Puluhan Pelajar
Para pelajar di Maumere yang ugal-ugalan diberikan pembinaan
“Kalau bahagia karena lulus sebaiknya disyukuri dengan cara yang positip. Ugal-ugalan di jalan dnegan kendaraan bermotor, bukan saja merugikan diri sendiri, tetapi bisa juga merugikan orang lain,” ujar Iwan Iswahyudi.
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang menjelaskan pihaknya mendapatkan pemberitahuan dari pimpinan sekolah terkait pengumuman kelulusan yang dilaksanakan Senin (13/5). Pihak sekolah meminta pengamanan, termasuk antisipasi tindakan-tindakan yang diperkirakan bisa merugikan kepentingan banyak orang.
“Mereka yang lulus lalu euforia, bekumpul di sejumlah tempat, dan rencananya melakukan konvoi. Ternyata banyak di antara mereka yang tidak pakai helm. Setelah diperiksa, ternyata tidak bawa SIM dan STNK. Ini yang kita amankan dan kita lakukan pembinaan,” jelas dia.
Aparat keamanan kemudian melakukan pembinaan kepada semua pelajar yang sempat diamankan. Mereka diminta untuk berbaris rapi, menyebutkan sila-sila Pancasila, serta menyanyikan beberapa lagu. Lagu yang berjudul Kasih Ibu dinyanyikan berkali-kali hingga ada pelajar yang meneteskan airmata.
Usai mendapatkan pembinaan, para pelajar kemudian menuliskan nama dan alamat mereka. Setelah itu aparat keamanan memperbolehkan mereka kembali ke rumah masing-masing. Sedangkan kendaraan bermotor yang diamankan baru akan dikembalikan setelah dilengkapi dengan surat-surat kendaraan serta mengganti knalpot racing dengan knalpot standar.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini