Pelaku Ancam Penggal Jokowi Mengaku Emosional

0
44
Pelaku Ancam Penggal Jokowi Mengaku Emosional
Polisi menangkap Hermawan Susanto, pelaku yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo
Jakarta-SuaraSikka.com: Hermawan Susanto, 27 tahun, mengaku menyesal telah mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo. Dia mengaku emosional sehingga mengucapkan kata-kata yang tidak sepantasnya.
“Di situ saya memang emosional, saya memang ngakuin salah,” kata Hermawan sebagaimana dikutip dari detik.com, Senin (13/5).
Hermawan mengaku ikut demo di depan Bawaslu pada Jumat (10/5). Dia juga mengakau dirinya yang ada di dalam video yang tersebar di media sosial.
“Yang kemarin di video itu, jelas memang saya di situ,” katanya.
Hermawan ditangkap di Perumahan Metro Parung, Jalan Anggrek Metro IV Blok A5 Nomor 14 RT 02 RW 07, Desa Waru, Kecamatan Parung Kabupaten Bogor, Minggu (12/5). Lokasi penangkapan Hermawan adalah rumah kakaknya.
Hermawan sebelumnya dicari polisi setelah videonya tersebar di media sosial. Dalam video itu, Hermawan mengenakan topi dan mengancam akan memenggal kepala Jokowi. Video itu diambil saat Hermawan mengikuti demo di depan kantor Bawaslu, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat pada Jumat (10/5). Video tersebut kemudian viral.
Atas dasar video tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Tim Subdit Jatanras yang dipimpin oleh AKBP Jerry R Siagian kemudian berhasil menemukan pelaku di Parung, Bogor.
Polisi bergegas menyambangi salah satu rumah di Metro, Parung, Bogor. Seorang yang berada di dalam rumah itu kemudian dibawa petugas kepolisian tersebut karena diduga telah mengancam orang nomor satu di negeri ini yaitu Joko Widodo.
Pria yang dijemput polisi itu belakangan diketahui bernama Hermawan Susanto. Pelaku kemudian digelandang ke Polda Metro Jaya. Hermawan selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini masih ditahan di Polda Metro Jaya.
Gara-gara video yang viral itu, relawan Jokowi Mania atau Joman menyambangi Polda Metro Jaya. Ketua Umum Joman, Immanuel Ebenezer, melaporkan Hermawan.
“(Melaporkan) orang yang melakukan ancaman yang menurut kita mengerikan dan menakutkan. Kejadiannya di Bawaslu,” kata Immanuel pada Sabtu (11/5).
Tidak butuh waktu lama, polisi meringkus Hermawan keesokan harinya yaitu pada Minggu (12/5).
Hermawan bekerja di sebuah yayasan di Jakarta di Badan Wakaf Alquran di Tebet Timur Dalam 1, Jakarta. Demikian informasi yang disampaikan Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/5).
Saat ditangkap, Hermawan berada di rumah saudaranya di Parung, Kabupaten Bogor. Hermawan mencoba melarikan diri usai dirinya tahu jika perkataannya menjadi viral di media sosial dan dirinya sedang dicari oleh polisi.
“Yang bersangkutan memang melarikan diri setelah tahu apa yang disampaikannya viral,” kata Ade Ary.
Harto Kaseha, tetangga Hermawan sekaligus Ketua RT 009/007 Palmerah, Jakarta Barat, kaget mendengar tertangkapnya Hermawan. Menurut Harto, Hermawan merupakan pemuda yang baik. Selama ini Hermawan tidak pernah berbuat yang negatif dan merugikan perkampungannya.
“Nggak pernah berpolah di masyarakat, ngomongnya juga seperlunya aja, orangnya alim, bapaknya juga alim, rajin ibadah juga dia,” katanya.
Harto mengaku tahu bahwa ada video soal pengancaman terhadap Jokowi. Akan tetapi, dia tidak pernah mengira bahwa Hermawan adalah pelakunya.
Harto juga baru tahu bila Hermawan ditangkap ketika sejumlah aparat polisi menggeledah rumah Hermawan. Rumah Harto hanya berjarak satu rumah dengan rumah Hermawan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini