Biaya Persalinan Gratis, Sofia Bersyukur Jadi Peserta JKN-KIS
Dibaca 27 kali
Sofia Sombo ketika berada di rumah sakit, dikunjungi staf BPJS Kesehatan Cabang Maumere, beberapa waktu lalu
Maumere-SuaraSikka.com: Sofia Sombo, 38 tahun, memancarkan wajah gembira. Petani dari Kecamatan Paga itu baru saja melahirkan anak kelimanya pada Juni 2019 lalu. Seluruh biaya persalinan gratis, karena dia terdata sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Dia pun bersyukur dengan rahmat besar itu.
Awalnya, Sofia Sombo bersama suaminya Laurensius Laka merasa kuatir dengan biaya persalinan. Sebagai petani yang sederhana, keduanya mengaku tidak sanggup membayar seluruh proses terebut. Belum lagi waktu itu dia harus dirujuk ke rumah sakit, karena tidak kunjung mengalami pembukaan jalan lahir. Padahal umur kandungannya telah mencapai 10 bulan.
Bermodalkan sebagai peserta JKN-KIS, pasangan suami isteri ini menguatkan keyakinan bahwa mereka pasti akan dibantu. Dan benar, Sofia Sombo mengalami proses persalinan yang mudah dan lancar, meski harus melalui proses caesar. Lalu seluruh biaya persalinan ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).
“Yah senang sekali dan bersyukur, semuanya bisa lancar. Biaya persalinan juga gratis, karena saya terdata sebagai peserta JKN-KIS,” ceritanya bangga kepada pihak BPJS Kesehatan Cabang Maumere beberapa waktu lalu.
Ibu lima anak ini sudah lama menjadi peserta JKN-KIS. Dia terdaftar mengikuti suami yang waktu itu bekerja sebagai tenaga kontrak pada salah satu kantor di Pemkab Sikka. Pada tahun 2019, kontrak kerja suaminya tidak diperpanjang. Mereka pun kembali ke kampung, dan menjadi petani. Kepesertaan JKN-KIS pun berubah. Keduanya didaftarkan sebagai peserta JKN-KIS oleh kepala desa, yang mana iurannya dibayar pemerintah setempat.
Efek menjadi peserta JKN-KIS pun dirasakan manfaatnya ketika dia berhadapan dengan kesulitan ekonomi sewaktu hendak melahirkan anak kelima. Dan ternyata BPJS Kesehatan menjawai semua kesulitan yang sedang dihadapi.
“Saya rasa hanya ada di Indonesia yang biaya persalinan melalui operasi itu gratis. Saya dan suami tidak menyangka. Kalau saja saya belum didaftarkan kepala desa sebagai peserta JKN-KIS, pasti kami harus bayar sendiri. Dan itu sangat sulit karena kami tidak punya simpanan yang cukup untuk membiayai proses kelahiran anak kami,” cerita dia.
Tak kunjung henti bersyukur, Sofia Sombo menyampaikan terima kasih kepada pemeritah setempat yang telah mendaftarkannya sebagai peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD. Dia berharap agar masyarakat Kabupaten Sikka yang belum menjadi peserta dapat dijaminkan oleh pemerintah, karena JKN-KIS sangat membantu masyarakat miskin.
Tidak lupa dia menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang bersedia melaksanakan Program JKN-KIS, termasuk petugas medism baik dokter, bidan, maupun perawat yang telah membantu proses kelahiran anaknya.*** (eny)