PMKRI Maumere Serukan Tangkap Abdul Somad

0
244
PMKRI Maumere Serukan Tangkap Abdul Somad
Aktivis PMKRI Maumere menggelar aksi di depan Mapolres Sikka Jalan Ahmad Yani Maumere, Senin (19/8), mendesak kepolisian segera menangkap dan menahan Ustad Abdul Somad
Maumere-SuaraSikka.com: Puluhan aktivis mahasiswa dari PMKRI Maumere di Kabupaten Sikka Propinsi NTT turun ke jalan, Senin (19/8). Mereka mendesak  pihak kepolisian segera menangkap dan menahan Ustad Abdul Somad yang diduga melakukan pemfitnahan terhadap umat Katolik.
Para mahasiswa membawa sebuah spanduk yang bertuliskan “Tangkap & Adli # Abdul Somat”. Spanduk ini dibentang paling depan. Mereka juga membawa beberapa gambar foto karikatur Ustad Abdul Somad. Satu buah bendera merah putih berukuran besar juga mereka bentangkan.
PMKRI Maumere Serukan Tangkap Abdul Somad
Aktivis PMKRI maumere membawa karikatur Ustad Abdul Sonad saat aksi demo di Mapolres Sikka,Senin (19/8)
Aktivis mahasiswa mengawali aksi dengan longmarch dari Marga PMKRI Maumere, mengitari pusat pertokoan, lalu kemudian terakhir berhenti di Jalan Ahmad Yani, persis di depan Kantor Mapolres Sikka. Sambil menunggu Koordinator Lapangan berkoordinasi untuk bertemu Kapolres Sikka, beberapa aktivis secara bergantian melakukan orasi mengecam Abdul Somad.
PMKRI Maumere mempersoakan viralnya video tausyiah Ustad Abdul Somad yang beredar di media sosial yang berjudul Hukum Melihat Salib. Video dengan durasi 1 menit 54 detik itu memuat materi yang diduga telah melakukan hujatan dan penghinaan terhadap simbol keagamaan umat Katolik. Aktivis PMKRI Maumere meminta jajaran kepolisian untuk mengambil langkah cepat menangkap dan menahan Ustad Abdul Somad.
PMKRI Maumere Serukan Tangkap Abdul Somad
Ratusan masyarakat bergabung dengan aksi aktivis PMKRI Maumere
Kurang lebih 2 jam aktivis PMKRI Maumere menggelar aksi dan orasi. Aksi ini sempat membuat macetnya arus lalulintas. Antrian panjang terlihat pada jalur bagian timur Mapolres Sikka yang hendak menuju bagian barat ke arah Gelora Samador da Cunha. Sementara jalur jalan dari arah barat yang hendak ke timur, dialihkan ke utara melalui samping Kantor Cabang BRI Maumere melintasi pusat pertokoan.
Selain melancarkan orasi, aktivis PMKRI Maumere terpaksa membakar beberapa buah ban bekas. Mereka kecewa karena terlalu lama menunggu kehadiran Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang. Kasat Samapta Iptu Messakh Hetharie kemudian memadankan api dengan menggunakan tabung oksigen berukuran kecil.
Selang beberapa lama Kapolres Sikka menemui massa aksi. Dia mendengarkan langsung tuntutan PMKRI Maumere. Kapolres Sikka mengingatkan untuk menggelar aksi secara baik, tidak anarkis, dan tidak terprovokasi. Tentang tuntutan untuk menangkap Ustad Abdul Somad, Kapolres Sikka berjanji akan meneruskan tuntutan secara berjenjang melalui Polda NTT.
Usai mendapat tanggapan langsung dari Kapolres Sikka, aktivis PMKRI Maumere pun membubarkan diri. Aksi untuk menyerukan perlawanan terhadap kaum intoleran ini berlangsung aman dan damai. Ratusan masyarakat ikut menyaksikan aksi ini.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini