Tindaklanjuti Temuan, Kades Nele Urung Diberi Tambahan Waktu 30 Hari

0
98
Tindaklanjuti Temuan, Kades Nele Urung Diberi Tambahan Waktu 30 Hari
Inspektur Pembantu Inspektorat Sikka Chris Ladapase sedang memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Desa Nele Urung, Kamis (29/8)
Maumere-SuaraSikka.com: Polemik soal tambahan waktu bagi Kepala Desa Nele Urung dalam kaitan pengembalian penyelewengan keuangan desa, akhirnya terjawab. Sesuai kesepakatan, kepala desa diberikan tambahan 30 hari ke depan, sampai dengan 2 Oktober 2019, terhitung sejak Kamis (29/8).
Inspektur Pembantu pada Inspektorat Kabupaten Sikka Chris Ladapase menyampaikan kesepakatan itu terjadi antara Kepala Desa Nele Urung Yulius Welung dan Inspektorat Kabupaten Sikka. Untuk memperkuat kesepakatan itu, katanya, Kepala Desa Nele Urung telah menandatangani Surat Pertanggungjawaban Mutlak, yang mana kepala desa harus mengembalikan semua temuan kepada kas desa paling lambat 2 Oktober 2019.
“Jadi hari ini kami sudah sepakati, tambahan waktu 30 hari, sampai 2 Oktober 2019. Kepala Desa sudah tanda tangan surat pertanggungjawaban mutlak, di atas meterai 6000 untuk selesaikan semua temuan sesuai LHP Inspektorat,” jelas Chris Ladapase.
Dia menjelaskan jika sampai batas waktu 2 Oktober 2019 Kepala Desa Nele Urung tidak bisa menindaklanjuti semua temuan, maka Inspektorat menyerahkan kasus dugaan penyelewenangan keuagan desa ini ke Majelis Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR). Proses selanjutnya sudah menjadi kewenangan Majelis TPTGR.
Penyelewengan keuangan desa yang dilakukan Kepala Desa Nele Urung, menurut Chris Ladapase yakni sebesar Rp 154 juta lebih. Kepala Desa Nele Urung telah mengembalikan sebanyak Rp 62 juta dengan dua kali setoran yakni pada temuan awal sebesar Rp 52 juta, dan pada 15 Agustus 2019 sebesa Rp 10 juta.
Kepala Desa Nele Urung Yulius Welung yang dihubungi terpisah mengaku sudah menandatangani surat pertanggungjawaban mutlak. Dia berjanji akan menyelesaikan sisanya dalam waktu 1 bulan ke depan.
Pantauan media ini, sekitar pukul 08.55 Wita Tim Inspektorat sudah berada di Kantor Desa Nele Urung. Mereka harus menunggu beberapa saat karena Kepala Desa Nele Urung belum masuk kantor. Kepala Desa Nele Urung tiba di kantor desa sekitar pukul 10.00 Wita, dengan mengenakan pakaian preman.
Setelah kepala desa tiba, Tim Inspektorat langsung bertemu kepala desa di ruang kerjanya. Tidak diketahui apa yang dibicarakan antara Tim Inspektorat dan kepala desa. Usai pertemuan itu, Tim Inspektorat terlihat memeriksa sejumlah dokumen keuangan desa.
Sebelumnya, pada Selasa (27/8), Ketua BPD Nele Urung Alfonsa Eufania Asri menjelaskan tindak lanjut temuan selama 60 hari telah jatuh tempo pada 16 Agustus 2019. Setelah jatuh tempo, ternyata Kepala Desa Nele Urung diberikan waktu tambahan 120 hari ke depan. Penambahan waktu 120 hari, menurut Ketua BPD Nele Urung, sangat tidak lazim.
Kepala Inspektorat Kabupaten Sikka Robby da Silva yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (28/8), menegaskan tidak ada tambahan waktu 120 hari untuk Kepala Desa Nele Urung. Melihat niat baik Kepala Desa Nele Urung yang sudah menyetor kembali Rp 62 juta, Inspektorat bisa memberikan kebijakan tambahan waktu 1 minggu, itu pun yang bersangkutan harus menandatangani surat pernyataan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini