Kapolres Sikka Dihadang Pemalak Jalan di Mego

0
408
Kapolres Sikka Dihadang Pemalak Jalan di Mego
Aksi penutupan badan jalan dan pemalakan di wilayah Kecamatan Mego, Minggu (29/12)
Maumere-SuaraSikka.com: Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang dihadang sejumlah pemalak jalan di wilayah Kecamatan Mego, Minggu (29/12). Padahal saat itu dia sedang bertugas memantau ketertiban dan keamanan paskah hujan deras di Kabupaten Sikka.
Saat dihadang sejumlah pemuda, Kapolres Sikka mengenakan pakaian dinas lengkap. Diperkirakan para pemuda itu tidak menyadari orang yang dihadang itu adalah Kapolres Sikka. Kemungkinan lain mereka sudah terkontaminasi minuman beralkohol.
Sebagaimana yang disampaikan Kapolres Sikka, di Jalan Trans Flores Lela-Paga, tepatnya di wilayah Kecamatan Mego, terdapat pohon tumbang akibat guyuran hujan deras. Pohon yang tumbang itu menutup badan jalan dan menghalangi arus lalulintas Maumere-Ende, dan mengakibatkan kemacetan.
Saat di berada di lokasi kejadian, Kapolres Sikka menjumpai praktik pemalakan yang dilakukan beberapa orang. Para pemalak beralasan mereka sudah bekerja memotong pohon yang tumbang sehingga tidak lagi menutupi seluruh badan jalan.
“Berdasarkan pengamatan, setiap mobil yang akan lewat dimintai uang Rp 30.000,” jelas Rickson Situmorang.
Kapolres Sikka Dihadang Pemalak Jalan di Mego
Warga menutup badan jalan dengan batang pohon
Melihat terjadinya praktik pungutan liar, Kapolres Sikka langsung mengingatkan para pemalak agar menghentikan praktik tersebut karena meresahkan masyarakat pengguna jalan.
Bukannya merasa bersalah, mereka malah mengabaikan teguran Kapolres Sikka. Salah seorang warga lalu meletakkan batang pohon yang telah dipotong ke tengah-tengah badan jalan. Akibatnya ruas jalan itu pun kembali diblokir para pemalak jalan.
Tidak ingin bersitegang, Kapolres Sikka pun memilih kembali ke Polsek Paga. Dia memerintahkan personil Polsek Paga menangani aksi pemalakan, sekaligus menyingkirkan pohon tumbang yang menghalangi arus lalulintas Maumere-Ende.
Sekitar pukul 18.00 Wita, personel Polsek Paga dipimpin Kapolsek Paga, personel Sat Lantas dan Sat Sabhara dipimpin Kasat Lantas dan Kasat Sabhara, serta personel BPBD Kabupaten Sikka tiba di lokasi pojon tumbang. Mereka lalu mengusir warga yang melakukan pemalakan. Setelah itu mereka menyingkirkan pohon tumbang dengan cara memotong-motong batang pohon, kemudian dipindahkan ke pinggir jalan raya.
Aksi pemalakan dengan modus pohon tumbang sudah sering terjadi pada beberapa wilayah di Kabupaten Sikka. Para pemalak tidak segan-segan memaksa pelintas jalan membayar tarif tertentu sesuai permintaan mereka.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini