Massa di Hewuli Nyaris Gebuk Pasangan Selingkuh

0
19
Massa di Hewuli Nyaris Gebuk Pasangan Selingkuh
Suasana penyelesaian dugaan selingkuh di SPKT Polres Sikka, Selasa (14/1)
Maumere-SuaraSikka.com: Massa di Keluran Hewuli Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka, nyaris menggebuk pasangan selingkuh. Aparat keamanan bertindak cepat menggelandang pasangan bukan suami istri ini ke Polres Sikka.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (14/1) sekitar pukul 21.00 Wita di
Kompleks Jalan Gudang 72. Massa datang secara tiba-tiba ke rumah salah satu warga yang dicurigai sebagai tempat perselingkuhan, dan nyaris melakukan tindakan main hakim sendiri.
Informasi dari Humas Kodim 1603 Sikka, Serda Silvester Yongky Molina selaku Babinsa Ramil 1603-01/Alok Wilayah Binaan Teritorial Hewuli, mendapat informasi terkait konsentrasi massa di Hewuli. Babinsa ini pun langsung bergerak ke lokasi. Ternyata warga berdatangan dan berkumpul di rumah milik Ibu Mawar (nama samaran).
“Massa menyaksikan pasangan bukan suami istri yang sedang diinterogasi Ketua RT setempat. Melihat situasi warga masyarakat yang begitu banyak, Ketua RT memberikan informasi kepada pihak keamanan termasuk Babinsa Ramil Alok,” jelas dia.
Setelah tiba di lokasi kejadian, Babinsa Ramil Alok bersama anggota Piket Patroli Polsek Alok langsung mengamankan kedua pelaku yang bukan suami istri itu. Serda Yongki Molina juga meminta warga masyarakat kembali ke rumah masing-masing, menjaga suasana kondusif, dan mempercayakan persoalan ini ditangani pihak kepolisian. Massa pun membubarkan diri.
Informasi yang dihimpun media ini, Ketua RT melakukan interogasi terhadap seorang perempuan separuh baya dan seorang pemuda yang diduga berselingkuh. Kecurigaan itu muncul karena diketahui perempuan tersebut sudah memiliki suami sah yang sementara sedang merantau. Dalam kondisi itu, ternyata dia tinggal satu rumah bersama laki-laki lain.
Terbetik kabar, Ketua RT sudah berkali-kali menegur perempuan tersebut karena menampung laki-laki yang bukan suaminya selama kurang lebih 2 tahun. Namun perempuan ini mengabaikan teguran Ketua RT, malah menantang Ketua RT mendatangkan lebih banyak orang ke rumahnya.
Dugaan selingkuh ini pun terbukti setelah pasangan ini dibawa ke SPKT Polres Sikka. Di hadapan aparat kepolisian, Ketua RT, dan sejumlah warga, dua insan yang sedang mabuk asmara itu mengaku telah melakukan hubungan badan layaknya suami istri sebanyak 10 kali.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini