Keluarga Korban Minta Pelaku Pemerkosa Anak di Bawah Umur Dihukum Seberat-beratnya

0
17
Keluarga Korban Minta Pelaku Pemerkosa Anak di Bawah Umur Dihukum Seberat-beratnya
Korban pemerkosaan didampingi mama kandung dan keluarga sedang berada di Unit PPA Polres Sikka, Rabu (12/2)
Maumere-SuaraSikka.com: JJ, seorang kakek berusia 72 tahun diketahui memperkosa VDB, bocah yang masih berusia 9 tahun. Keluarga korban pun mengutuk keras perbuatan tersebut, dan meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.
Magdalena Arnolda, salah seorang keluarga korban menyesalkan perilaku buruk kakek yang sudah renta itu. Dia meminta polisi menuntaskan kasus itu dan memberikan hukuman berat kepada pelaku sebagai efek jera atas tindakan amoral tersebut.
“Harus hukum seberat-beratnya supaya ada efek jera untuk yang lain. Kasihan anak kecil seperti ini, harus menanggung beban berat atas perilaku orang-orang yang tidak bermartabat,” ungkap dia di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sikka.
Perempuan yang juga pendamping desa ini, Rabu (12/2), mendampingi korban ke Unit PPA Polres Sikka. Korban datang bersama ibu kandungnya, dan sejumlah keluarga lainnya. Pagi itu juga korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk melakukan visum.
Sebagaimana diberitakan, JJ, seorang kakek berusia 72 tahun ini tega memperkosa VDB, pelajar Kelas 2 SD, yang berumur 9 tahun.
Peristiwa ini terjadi Kamis (30/1) di Klotong Dusun Gade Desa Wolonwalu Kecamatan Bola Kabupaten Sikka sekitar pukul 13.30 Wita. Namun orang tua korban baru melaporkan kasus ini ke Polsek Bola pada Selasa (11/2).
Heffri Dwi Irawan yang dihubungi di ruang kerjanya, Rabu (12/2), menjelaskan pada saat itu korban yang usai bermain, sedang beristirahat di pinggir jalan. Lalu pelaku menghampiri korban, dan mengajak ke rumah pelaku. Sesampai di rumah, pelaku langsung membuka paksa baju dan celana korban. Setelah itu pelaku langsung memperkosa korban.
Berselang beberapa menit kemudian pelaku menggendong korban yang dalam keadaan telanjang, dan berencana pindah ke tempat lain. Saat itu secara tidak kebetulan ada saksi yang melihat. Pelaku pun buru-buru memakaikan korban pakaian.
Usai memperkosa gadis belia itu, pelaku memberikan korban uang Rp 50.000. Dia juga mengancam akan menggorok leher korban jika korban melaporkan peristiwa ini kepada orang lain.
Peristiwa ini terbongkar pada Sabtu (8/2), setelah orang tua korban mencurigai karena korban memiliki banyak uang. Setelah dicari tahu, korban mengaku mendapat uang dari pelaku. Karena keluarga menelusuri ihwal uang itu, akhirnya korban mengaku diperkosa oleh pelaku.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini