Buntut Kasus Feses, Dua Pelaku Dirumahkan

0
72
Buntut Kasus Feses, Dua Pelaku Dirumahkan
Praeses Seminari Maria BSB RD Deodatus Du'u
Maumere-SuaraSikka.com: Kasus feses yang terjadi di asrama Seminari Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) masih berbuntut. Dua pelaku yang terlibat, dirumahkan.
Kebijakan ini ditempuh Pimpinan Seminari BSB, karena menilai perlakuan pelaku sudah melewati tindakan di luar perikemanusiaan.
Prases Seminari BSB Maumere RD Deodatus Du’u kepada wartawan, Rabu (26/2) di sekolah itu, menjelaskan kebijakan tersebut telah ditempuh dengan berbagai pertimbangan.
Penerapan kebijakan, kata dia, dilaksanakan terhitung hari ini. Mestinya dilakukan sejak kemarin, hanya tertunda karena pihak sekolah harus terlebih dahulu mengomunikasikan dengan orang tua pelaku.
“Sejak hari ini kami   kembalikan ke orang tua. Sebenarnya kemarin, tapi kami perlu panggil dulu orang tua. Yah, mereka datang diantar orang tua secara baik, kami juga harus pulangkan secara baik, dijemput orang tua,” jelas Romo Deodatus Du”u.
Dengan kebijakan merumahkan pelaku, Pimpinan Seminari BSB tetap memberikan kesempatan kepada pelaku untuk menyelesaikan studi di sekolah calon Imam tersebut. Pelaku juga diberikan kesempatan mengikuti Ujian Nasional yang akan dilaksanakan pada akhir Maret ini.
Kebijakan sekolah ini, masih mendulang debatebel. Stef, salah satu orang tua korban merasa tidak puas dengan kebijakan tersebut. Menurut dia, seharusnya sekolah memberikan sangsi tegas dengan mengeluarkan pelaku dari sekolah.
Romo Deodatus Du’u menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, terutama kepada orang tua dan keluarga korban. Bagi dia, peristiwa ini menjadi pembelajaran untuk melakukan pembinaan secara baik pada waktu-waktu mendatang.
“Kami berterima kasih atas segala kritik, saran, nasehat dan teguran, yanf bagi kami menjadi sesuatu yang sangat berarti agar lembaga ini terus didoakan dan didukung untun menjadi lebih baik,” ujarnya dengan rendah hati.
Sebagaimana diketahui, sebanyak 77 siswa Kelas VII dipaksa makan feses atau kotoran manusia oleh kakak kelas mereka.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (19/2) lalu. Kasus ini dibungkus rapi, dan baru terbongkar dua hari sesudahnya, Jumat (21/2). Terbongkarnya perlakuan keji itu setelah orang tua siswa memrotes tindakan itu melalui WhatsApp humas sekolah.
Pimpinan Seminari BSB RD Deodatus Du’u melalui rilis resmi, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Hanya saja, kata dia, para siswa yang mendapat hukuman, bukan diberi makan kotoran manusia, tetapi salah seorang kakak kelas menyentuhkan sendok yang ada kotoran manusia pada bibir atau lidah 77 siswa tersebut.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini