Buntut Kasus Feses, Dua Pelaku Dirumahkan

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 26 Februari 2020 - 23:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 18 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Praeses Seminari Maria BSB RD Deodatus Du'u

Praeses Seminari Maria BSB RD Deodatus Du'u

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus feses yang terjadi di asrama Seminari Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) masih berbuntut. Dua pelaku yang terlibat, dirumahkan.
Kebijakan ini ditempuh Pimpinan Seminari BSB, karena menilai perlakuan pelaku sudah melewati tindakan di luar perikemanusiaan.
Prases Seminari BSB Maumere RD Deodatus Du’u kepada wartawan, Rabu (26/2) di sekolah itu, menjelaskan kebijakan tersebut telah ditempuh dengan berbagai pertimbangan.
Penerapan kebijakan, kata dia, dilaksanakan terhitung hari ini. Mestinya dilakukan sejak kemarin, hanya tertunda karena pihak sekolah harus terlebih dahulu mengomunikasikan dengan orang tua pelaku.
“Sejak hari ini kami   kembalikan ke orang tua. Sebenarnya kemarin, tapi kami perlu panggil dulu orang tua. Yah, mereka datang diantar orang tua secara baik, kami juga harus pulangkan secara baik, dijemput orang tua,” jelas Romo Deodatus Du”u.
Dengan kebijakan merumahkan pelaku, Pimpinan Seminari BSB tetap memberikan kesempatan kepada pelaku untuk menyelesaikan studi di sekolah calon Imam tersebut. Pelaku juga diberikan kesempatan mengikuti Ujian Nasional yang akan dilaksanakan pada akhir Maret ini.
Kebijakan sekolah ini, masih mendulang debatebel. Stef, salah satu orang tua korban merasa tidak puas dengan kebijakan tersebut. Menurut dia, seharusnya sekolah memberikan sangsi tegas dengan mengeluarkan pelaku dari sekolah.
Romo Deodatus Du’u menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, terutama kepada orang tua dan keluarga korban. Bagi dia, peristiwa ini menjadi pembelajaran untuk melakukan pembinaan secara baik pada waktu-waktu mendatang.
“Kami berterima kasih atas segala kritik, saran, nasehat dan teguran, yanf bagi kami menjadi sesuatu yang sangat berarti agar lembaga ini terus didoakan dan didukung untun menjadi lebih baik,” ujarnya dengan rendah hati.
Sebagaimana diketahui, sebanyak 77 siswa Kelas VII dipaksa makan feses atau kotoran manusia oleh kakak kelas mereka.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (19/2) lalu. Kasus ini dibungkus rapi, dan baru terbongkar dua hari sesudahnya, Jumat (21/2). Terbongkarnya perlakuan keji itu setelah orang tua siswa memrotes tindakan itu melalui WhatsApp humas sekolah.
Pimpinan Seminari BSB RD Deodatus Du’u melalui rilis resmi, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Hanya saja, kata dia, para siswa yang mendapat hukuman, bukan diberi makan kotoran manusia, tetapi salah seorang kakak kelas menyentuhkan sendok yang ada kotoran manusia pada bibir atau lidah 77 siswa tersebut.*** (eny)
Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru