Autan Gosok Bisa 8 Jam Hindari Gigitan Nyamuk

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2020 - 13:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 29 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus

Maumere-SuaraSikka.com: Berbagai cara bisa ditempuh untuk mencegah demam berdarah dengue (DBD). Salah satunya dengan autan gosok, bisa 8 jam menghindari gigitan nyamuk.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus mengatakan pemakaian autan gosok sebagai salah satu cara untuk menghindari gigitan nyamuk.
“Untuk paling tidak bisa menghindarkan anak-anak selama 8 jam berada di sekolah. Nyamuk tidak bisa menghisap darah manusia, sehingga tidak ada proses pematangan telur. Kita cegah dengan cara itu,” jelas Petrus Herlemus di ruang kerjanya, Senin (2/3).
Terkait itu, kata dia, Dinas Kesehatan akan membagikan 14.000 sachet autan kepada para pelajar. Ribuan sachet autan itu terdiri dari 8.000 sachet bantuan Tenaga Sosial Solidaritas Indonesia (TSSI) dan 6.000 sachet yang diadakan Dinas Kesehatan.
“Mulai besok kami akan distribusi ke sekolah-sekolah. Kita prioritaskan sekolah yang kasus DBD cukup tinggi, seperti di dalam kota ini, Magepanda, Bola, dan Nita. Nanti sekolah yang akan bagikan ke anak-anak,” ujar dia.
Dia mengakui jumlah sachet autan sangat terbatas, sehingga tidak bisa mencukupi kebutuhan semua anak sekolah. Pembagian autan, kata dia, sifatnya sebagai pemicu agar orang tua bisa mengadakan autan secara swadaya.
“Ini sebagai pemicu, stimulan saja, agar orang tua juga bisa ada perhatian. Mudah-mudahan orang tua bisa lindungi anak dengan autan,” harap dia.
Selama 2 bulan ini, DBD di Kabupaten Sikka sudah mencapai 1.057 kasus, tersebar di seluruh wilayah kecamatan. Setidaknya sudah 11 anak meninggal dunia. Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB), dengan dua kali perpanjangan masa tanggap darurat.*** (eny)
Baca Juga :  Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru