Autan Gosok Bisa 8 Jam Hindari Gigitan Nyamuk
Dibaca 29 kali
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus
Maumere-SuaraSikka.com: Berbagai cara bisa ditempuh untuk mencegah demam berdarah dengue (DBD). Salah satunya dengan autan gosok, bisa 8 jam menghindari gigitan nyamuk.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus mengatakan pemakaian autan gosok sebagai salah satu cara untuk menghindari gigitan nyamuk.
“Untuk paling tidak bisa menghindarkan anak-anak selama 8 jam berada di sekolah. Nyamuk tidak bisa menghisap darah manusia, sehingga tidak ada proses pematangan telur. Kita cegah dengan cara itu,” jelas Petrus Herlemus di ruang kerjanya, Senin (2/3).
Terkait itu, kata dia, Dinas Kesehatan akan membagikan 14.000 sachet autan kepada para pelajar. Ribuan sachet autan itu terdiri dari 8.000 sachet bantuan Tenaga Sosial Solidaritas Indonesia (TSSI) dan 6.000 sachet yang diadakan Dinas Kesehatan.
“Mulai besok kami akan distribusi ke sekolah-sekolah. Kita prioritaskan sekolah yang kasus DBD cukup tinggi, seperti di dalam kota ini, Magepanda, Bola, dan Nita. Nanti sekolah yang akan bagikan ke anak-anak,” ujar dia.
Dia mengakui jumlah sachet autan sangat terbatas, sehingga tidak bisa mencukupi kebutuhan semua anak sekolah. Pembagian autan, kata dia, sifatnya sebagai pemicu agar orang tua bisa mengadakan autan secara swadaya.
“Ini sebagai pemicu, stimulan saja, agar orang tua juga bisa ada perhatian. Mudah-mudahan orang tua bisa lindungi anak dengan autan,” harap dia.
Selama 2 bulan ini, DBD di Kabupaten Sikka sudah mencapai 1.057 kasus, tersebar di seluruh wilayah kecamatan. Setidaknya sudah 11 anak meninggal dunia. Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB), dengan dua kali perpanjangan masa tanggap darurat.*** (eny)