Sudah 13 Korban DBD, Pemerintah Masih Terus Gelar Rakor
Dibaca 30 kali
Suasana rapat koordinasi terkait penanganan DBD di Aula Bapitbangda, Jumat (6/3)
Maumere-SuaraSikka.com: Demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka tidak tertahankan. Hingga kemarin sudah 13 anak jadi korban. Sementara pemerintah masih terus melakukan rapat koordinasi (rakor) terkait penanganan DBD.
Sudah tidak terhitung lagi berapa kali rakor digelar sejak pemerintah setempat menetapkan kejadian luar biasa (KLB) pada 22 Januari 2020 lalu.
Untuk hari ini Jumat (6/3), ada 3 agenda rakor. Pagi tadi Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo memimpin rakor di Aula Bapelitbangda. Selanjutnya nanti pukul 13.00 rakor bersama jajaran Forkopimda di ruang kerja Bupati Sikka. Dan pada pukul 15.00 Wita giliran Sekda Sikka memimpin rakor bersama para camat.
Rakor pagi tadi dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah, camat dan lurah. Namun tidak semua camat dan lurah hadir. Bupati Sikka sempat marah dan memberikan penugasan kepada Pejabat Sekda Sikka Wihelmus Sirilus untuk melakukan pembinaan.
Dalam rakor pagi tadi, Bupati Sikka didampingi Pejabat Sekda Sikka dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus. Rakor tersebut membicarakan 3 hal penting yang harus dilaksanakan.
Poin pertama dalam rakor tersebut, Bupati Sikka menginstruksikan pemberlakuan Peraturan Bupati Sikka tentang Sampah. Dia memerintahkan agar draft Perbup Sikka diselesaikan paling lambat hari ini. Tidak butuh waktu lama, draft yang dimaksud ternyata sudah jadi, dan Bupati Sikka langasung menandatangani usai rakor.
Selain itu Bupati Sikka juga menginstrukan pelaksanaan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara massal setiap hari sejak pukul 07.15 Wita hingga pukul 09.00 Wita. Kegiatan PSN massal ini akan dlaksanakan selama 14 hari, terhitung Senin (9/3) hingga Senin (23/3).
Poin yang terakhir dalam rakor, yakni instruksi Bupati Sikka terkait pembentukan juru pemantau jentik (jumantik) secara struktural dari tingkat kabupaten, kecamatan, dan kelurahan.
Hingga Kamis (5/3) sudah terjadi 1.131 kasus DBD, dengan 13 anak dinyatakan meninggal. Sampai pagi ini, sebanyak 113 pasien sedang dirawat di rumah sakit. Yang paling banyak, yakni 85 orang, dirawat di RSUD TC Hillers Maumere.*** (eny)