“Saya Sudah Tidak Bisa Lagi”, Kalimat Akhir Pewet Sebelum Disapu Gelombang

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 12 April 2020 - 20:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 27 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Edward yang nyaris disapu gelombang, berhasil diselamatkan, Minggu (12/4) (foto: istimewa)

Edward yang nyaris disapu gelombang, berhasil diselamatkan, Minggu (12/4) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Kanisius Johan alias Pewet berjuang melawan derasnya gelombang pantai selatan. Beberapa orang berupaya membantu selamatkan dia. Gelombang deras terus mendera dia, dan akhirnya kalimat terakhir dia utarakan, “Saya sudah tidak bisa lagi”.

Warga masyarakat bersama aparat kepolisian berupaya mencari pemuda berusia 34 tahun itu. Suasana yang mulai gelap, akhirnya pencarian dihentikan, sambil menunggu bantuan pertolongan dari Tim SAR Maumere. Hingga sekarang Pewet belum ditemukan.

Informasi yang dihimpun media ini, peristiwa tersebut terjadi, Minggu (12/4), di Pantai Ruwolong Desa Lela Kecamatan Lela Kabupaten Sikka, sekitar pukul 16.00 Wita. Warga masyarakat sekitar yang mendengar peristiwa ini, langsung ramai mendatangi lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemuda yang berdomisili di Varanus Kelurahan Kabor Kecamatan Alok ini, awalnya bertujuan ke Kampung Sikka. Dia singgah di rumah Servasius Ignasius Sintu, karena banyak temannya yang ada di situ. Dia pun bergabung bersama, dan sempat meneguk segelas moke, minuman tradisional setempat.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Di dekat rumah ini, ada sekelomlok anak yang sedang bermain bola di tepi pantai. Pewet pun berjalan menuju pantai dan ingin bermain bola bersama anak-anak tersebut. Namun anak-anak tidak mau bermain bola bersama dia. Selanjutnya, dia masum ke laut, dan mandi.

Berselang beberapa menit kemudian, beberapa anak yang sedang bermain bola berteriak minta tolong, sambil menunjuk ke arah korban. Mendengar teriakan anak-anak, Servasius Ignasius Sintu bersama Yohanes Antonius Dominggo dan Edward, langsung bergegas lari menuju laut dan berenang untuk membantu korban.

Yohanes Antonius Dominggo sempat menggapai korban dan berusaha untuk membantu. Namun karena fisik korban yang lebih besar, sementara gelombang laut pun cukup besar, dia pun kewalahan mengevakuasi korban.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Servasius Ignasius Sintu sempat memberi bantuan dengan melemparkan jerigen ke arah Yohanes Antonius Dominggo dan korban. Ketika Yohanes Antonius Dominggo hendak mengambil jerigen, dia mendengar korban berujar sudah tidak sanggup lagi. Dan seketika muncul gelombang dan langsung menutup korban.

Servasius Ignasius Sintu kembali ke pantai dan meminta bantuan beberapa orang nelayan yang berada di sekitar rumahnya. Sebanyak 3 orang nelayan turun ke laut dengan sampan. Namun jejak korban belum di temukan.

Para nelayan ini hanya berhasil mengevakuasi Edward yang hampir tenggelam karena kecapaian. Edward langsung dibawa ke Rumah Sakit Santa Elisabeth Lela untuk mendapatkan perawatan.

Para nelayan bersama anggota Polsek Lela kembali melakukan pencarian terhadap korban dengan menggunakan sampan. Usaha ini mengalami kesulitan karena hari sudah gelap dan gelombang besar.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru