Maumere-SuaraSikka.com: Rapid test atau uji cepat terhadap pasangan suami istri dari Nebe Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka, ditunda pelaksanaannya Senin (13/4) besok pagi.
Petrus Herlemus, Jurubicara Satgas Covid Sikka yang dihubungi melalui telepon selular memastikan petugas kesehatan akan melakukan rapid test pada keesokan hari. Dia tidak membalas pertanyaan media ini terkait alasan penundaan rapit test.
Sebelumnya, Petrus Herlemus menyebutkan jadwal rapid test untuk pasutri asal Nebe pada Minggu (12/4) pukul 15.00 Wita. Pantauan media ini di Gedung SCC hingga pukul 17.30 Wita, tidak ada tanda-tanda pelaksanaan rapid test. Beberapa petugas keamanan yang bertugas di lokasi karantina massal ini memastikan tidak ada aktifitas rapid test.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iya ditunda besok,” jawab singkat Petrus Herlemus tanpa menyebutkan alasan penundaan.
Pasutri asal Nebe ini diketahui berinitial VF dan SRS. Keduanya dievakuasi dari kampung halaman, Sabtu (11/4) malam ke Maumere. Alasan evakuasi demi keamanan dan peneriksaan kesehatan.
VF diketahui pernah berkontak fisik dengan EA, pria asal Kabupaten Alor yang terpapar positip Covid 19. VF dan EA bertemu di Bali. Hingga kini belum diketahui, bagaimana hubungan kedua orang ini.
Satgas Covid Sikka yang sudah mengetahui informasi kontak fisik itu, langsung mengamankan VF. Bersama VF, Satgas Covid juga mengamankan SRS, istri VF. Dua orang itu, kini menempati lokasi karantina di Gedung SCC.*** (eny)















