Maumere-SuaraSikka.com: Sudah satu minggu 173 orang Kabupaten Sikka menjalani karantina massal. Warga karantina mulai mengeluh kesulitan air minum bersih.
Pantauan media ini, Senin (13/4) pagi di lokasi karantina di Gedung SCC, sejumlah keluarga datang memberikan bantuan. Dan bantuan yang paling sering disalurkan yakni air mineral dalam bentuk gelas dan botol.
Yang paling kelihatan ketika penyaluran bantuan dari Perkumpulan Pelajar Pemana (Pajarna) Kecamatan Alok. Setidaknya ada 10 dos air mineral disalurkan untuk 6 pelajar asal Desa Pemana yang sedang menjalankan karantina. Bantuan disalurkan oleh Nehru Marino Awal dan Harisuddin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepada wartawan, Nehru Marino Awal mengaku membawa bantuan air mineral dalam bentuk banyak, karena rekan-rekannya yang sedang menjalani karantina mengeluhkan kesulitan air minum bersih.
“Mereka telepon dan sampaikan minta dibawa air minum, karena kesulitan air minum bersih. Ini dari hasil patungan pemuda dan pelajar asal Pemana, kami bawa air mineral secukupnya untuk kebutuhan mereka di sini,” ujar dia.
Kepala BPBD Sikka Mohammad Daeng Bakir yang ditemui terpisah, mengaku belum mendengar keluhan tentang kesulitan air minum bersih. Meski demikian, dia akan mengikuti perkembangan yang terjadi.
BPBD Sikka yang mengurusi logistik untuk warga karantina, kata dia, setiap hari menyalurkan 40 dos air mineral dalam bentuk gelas, dan 4 galon air minum bersih.*** (eny)















