Maumere-SuaraSikka.com: RSUD TC Hillers Maumere sempat heboh, Selasa (14/4) malam. Seorang pasien dirujuk dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap, sebagaimana biasa dipakai petugas medis di ruang isolasi. Para perawat di UGD pun berhamburan, kuatir pasien yang dirujuk terjangkit virus corona.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus membenarkan informasi tersebut. Dia mengatakan ada kesalahpahaman dalam menjalani alur rujuk dari puskesmas ke RSUD TC Hillers Maumere.
Petrus Herlemus menjelaskan pasien tersebut adalah seorang perempuan yang dalam keadaan hamil. Ibu hamil ini dirujuk dari Puskesmas Watubaing di Kecamatan Talibura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ibu hamil tersebut tercatat sebagai pelaku perjalanan yang melaksanakan karantina mandiri selama 14 hari. Masa karantina mandiri sudah selesai, dan ketika dirujuk Selasa (14/4) malam sudah memasuki hari ke-22.
“Teman-teman di Puskesmas punya pemahaman yang lain, akibat dari ketakutan yang berlebihan. Sehingga tadi malam sedikit ada miskomunikasi, akhirnya pasien dirujuk dengan APD lengkap. Itu yang membuat panik,” jelas Petrus Herlemus kepada wartawan di Media Center di Kantor Dinas Kesehatan, Rabu (15/4).
Terhadap peristiwa tadi malam, Petrus Herlemus mengaku sudah menggelar pertemuan internal. Pertemuan internal menghasilkan sebuah surat penegasan kepada para Kepala Puskesmas dan tim kesehatan agar memahami alur rujukan.
Untuk mengantisipasi terulangnya peristiwa yang sama, sekaligus menyamakan persepsi, rencananya Kamis (16/4) besok, digelar lagi pertemuan meluas dengan semua pihak berwenang di seluruh puskesmas.
“Besok kami undang semua ke sini. Dari dokter, kemudian paramedis, subkoordinator bidan, dan koordinator perawat. Supaya kami jelaskan ulang alur rujukan dan penanganan covid,” ungkap dia.
Petrus Herlemus menambahkan sebenarnya Dinas Kesehatan sudah memberikan penjelasan terkait alur rujukan dan penanganan covid. Hemat dia, mungkin saja karena ada yang tidak datang pada waktu itu, termasuk juga ada yang belum memahami secara baik.
“Sebenarnya kita sudah jelaskan jauh-jauh hari. Dan yang kasus tadi malam, itu juga kami sudah edukasi. Mungkin masih ada ketakutan yang berlebihan,” ujar dia.
Dia berharap semua petugas kesehatan dan berwenang di puskesmas, benar-benar memahami alur rujukan dan penanganan covid, sehingga tidak menimbulkan kepanikan bagi orang lain.*** (eny)















