Maumere-SuaraSikka.com: DPRD Sikka memberikan dukungan sepenuhnya kepada pemerintah setempat untuk menangani wabah virus corona. Lembaga legislatif ini menganggarkan dana sebesar Rp 47.406.840.218.
Setidaknya ada tiga komponen besar dalam penanganan virus corona, yaitu penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi, dan penanganan dampak sosial.
Informasi dan data yang dihimpun media ini, komponen anggaran terbesar yakni pada penanganan kesehatan. Untuk urusan di bidang kesehatan, dialokasikan anggaran sebesar Rp 31.7377.45.618, yang pengelolaannya pada Dinas Kesehatan Rp 21.113.814.200, RSUD TC Hillers Rp 10.523.931.418, dan Sekretariat DPRD Rp 100.000.000.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya penanganan dampak ekonomi mendapat alokasi Rp 8.669 094.600. Anggaran ini dikelola Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rp 1.089.144.600, Dinas Ketahan Pangan Rp 553.600.000, dan Dinas Pertanian Rp 7.026.350 000.
Kemudian penanganan dampak sosial sebesar Rp 7 miliar yang dialokasikan kepada organisasi perangkat daerah yang menangani dampak sosial. Anggaran ini tertampung sebagai dana tak terduga yang dikelola Dinas Keuangan.
Sejauh ini belum diketahui bagaimana pemanfaatan anggaran penanganan virus corona. Dalam rapat kerja bersama Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Rabu (15/4), sejumlah anggota DPRD Sikka mendorong pemerintah untuk segera memanfaatkan anggaran sesuai program dan kegiatan yang sudah direncanakan.
Di depan DPRD Sikka, Bupati Sikka menyampaikan terima kasih atas dukungan anggaran dari lembaga perwakilan rakyat. Dia menegaskan akan melakukan pengawasan ketat, sehingga tidak ada yang bermain-main dengan anggaran.*** (eny)















