Maumere-SuaraSikka.com: Lokasi karantina di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka sepertinya sudah tidak sehat. Banyak status warga karantina yang bercampur baur pada lokasi yang disiapkan pemerintah daerah setempat.
Lokasi karantina yang sebelumnya adalah Kantor Bupati Sikka ini, modelnya berlantai dua. Kini sedang menampung 56 warga karantina dari berbagai klaster.
Catatan media ini, di lantai dasar ada 4 ruangan yang disiapkan, menampung 37 orang. Sementara di lantai atas atau lantai dua, terdapat 2 ruangan yang menampung 19 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk lantai dua, tercatat sebanyak 18 santri dari Klaster Gresik, Krincing, dan Magetan. Ada juga 1 pelaku perjalanan dari Kalimantan.
Dua ruangan di lantai dua, dipecah menjadi kelompok reaktif dan nonreaktif berdasarkan hasil rapid test. Kelompok reaktif sebanyak 10 orang menempati Ruang E, sedangkan yang nonreaktif di Ruang F.
Untuk lantai dasar, dengan 4 ruangan, tercatat ada kelompok negatif swab sebanyak 18 orang dan kelompok yang sedang menunggu hasil swab sebanyak 19 orang.
Mereka ini sebagian besar Klaster Lambelu sebanyak 34 orang, terdiri dari 15 negatif dan 19 yang menunggu hasil swab. Dan 3 orang di antaranya adalah Klaster Gowa yang negatif swab.
Data dari Posko BPBD Sikka, Ruang A diisi 12 orang yang negatif swab. Lalu Ruang B diisi 14 orang, Ruang C diisi 2 orang, dan Ruang D diisi 9 orang.
Kondisi persebaran di lantai dasar, menggambarkan masih ada 6 orang negatif swab Klaster Lambelu, yang tersebar di Ruang B, Ruang C, dan Ruang D, yang penghuninya sedang menunggu hasil swab.
Pemisahan warga karantina dengan sebaran 6 ruangan dan dipisah menurut status medis, tampaknya belum memadai dan maksimal. Pasalnya, kontak erat antara satu dengan yang lain masih saling terjadi. Sementara fasilitas seperti kamar mandi pun masih minim.*** (eny)















