Ancaman Klaster Magetan, Kirim 2 Sampel, Semuanya Positip

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 17 Mei 2020 - 16:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 12 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang santri menuju tempat pengambilan swab di Gedung SCC beberapa waktu lalu

Seorang santri menuju tempat pengambilan swab di Gedung SCC beberapa waktu lalu

Maumere-SuaraSikka.com: Kabupaten Sikka mendapat ancaman dari Klaster Magetan. Hanya 2 sampel swab yang dikirim, ternyata semuanya positip.

Dua positip dari Klaster Magetan ini adalah warga Kelurahan Madawat Kecamatan Alok dam warga Kelurahan Beru Kecamatan Alok Timur. Usia mereka masih relatif muda, yakni 19 tahun dan 21 tahun.

Klaster Magetan ini sebelumnga tidak terdeteksi di Kabupaten Sikka. Saat itu Satgas Covid Sikka lebih terkonsentrasi menangani Klaster Lambelu dan Klaster Gowa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ihwal tentang Klaster Magetan baru diketahui setelah seorang penghuni Pondok Pesantren Al Fatah Magetan “terjaring” Satgas Covid Manggarai Timur. Pemuda berusia 19 tahun itu dipastikan reaktif rapid test.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Setelah ditelusuri ternyata santri ini akan kembali ke rumah orangtuanya di Maumere. Melalui koordinasi antar Satgas, akhirnya pemuda ini dijemput Ambulance Gawat Darat Khusus Covid milik Pemkab Sikka.

Satgas Covid Sikka langsung bertindak cepat menelusuri santri dari Ponpes Al Fatah yang sudah lebih dulu kembali ke Maumere. Kemudian ditemukan seorang santri lagi, yang dari hasil rapid test juga menunjukkan reaktif.

Baca Juga :  Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Dalam penelusuran selanjutnya, ditemukan lagi 4 orang santri dari Magetan. Mereka ini langsung dikarantina pada lokasi karantina terpusat di Gedung SCC.

Tim Kesehatan Satgas Civid Sikka telah mengambil sampel swab terhadap 4 orang ini bersama 14 santri dari Klaster Gresik dan Krincing, dan 1 pelaku perjalanan dari Kalimantan. Sebanyak 19 sampel swab sudah dikirim Minggu (17/5) pagi tadi ke Laboratorium WZ Yohanes di Kupang.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru