Maumere-SuaraSikka.com: Tim kerja Satgas Covid Sikka menemukan 89 dokumen hasil rapid teat milik pelaku perjalananan eks penumpang KM Lambelu, yang diragukan keabsahannya.
Data ini disampaikan Kepala BPBD Sikka Mohamad Daeng Bakir, Kamis (20/8), pada Posko BPBD di lokasi larantina terpusat.
“Sementara ini sudah terdata 89 hasil rapid test yang diragukan. Kami sedang rekap kembali untuk memastikan jumlahnya, sekaligus tahu modusnya seperti apa,” jelas Mohammad Daeng Bakir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk sementara kata dia, ada 4 modus yang ditemukan yakni hasil rapid test dalam bentuk fotocopy, hasil rapid test dalam bentuk scan, jual beli dokumen rapid test, dan perbedaan tanda tangan pada dokumen rapid test yang diterbitkan.
Yang mengejutkan adalah dokumen hasil rapid test yang dikeluarkan Rumah Sakit Tentara Tk II Dr Hardjanto yang beralamat di Jalan Tanjungpura Balikpapan.
Dokumen hasil rapid test ditandatangani oleh seseorang yang bernama dr Olfiany Laurenzia Pongoh, Sp.PK. Setelah ditelusuri, tanda tangan orang ini berbeda-beda pada beberapa dokumen hasil rapid test.
Penelusuran lain, bahwa penerbitan dokumen ini tidak mengikuti prosedural penerbitan administrasi, karena tidak tertera pangkat, korps, dan NRP.
“Kami lagi telusuri lebih jauh, karena harus konfirmasi ke beberapa pihak,” ujar Mohamad Daeng Bakir.
Seorang pelaku perjalanan dari Balikpapan yang bernama Andris Kasa, memastikan adanya dugaan manipulasi dokumen hasil rapid test.

Dia mengaku bersama 13 orang pelaku perjalanan dari Balikpapan mengurus dokumen perjalanan melalui Suwandi, seseorang yang menjadi travel agent.
Sebanyak 14 pelaku perjalanan ini menyerahkan uang masing-masing Rp 1,3 juta untuk pembiayaan rapid test Rp 250.000, tiket kapal Rp 650.000, dan biaya travel Rp 400.000.
mengurus dokumen perhalanan Pemuda ini 3. Andris Kasa (Pelaku Perjalanan KM Lambelu asal Desa Gera, Kec. Mego, Kab. Sikka) mengatakan selama proses pengurusan dokumen kesehatan dan pembelian tiket kapal Pelni seluruhnya melalui travel atas nama Suwandi di Balikpapan.
Andris Kasa dan kawan-kawan yang hendak pulang ke Desa Ghera Kecamatan Mego, menjalani rapid test. Usai itu mereka langaung menuju ke pelabuhan. Dokumen hasil rapid test diterima dari Suwandi di pelabuhan.*** (eny)















