Maumere-SuaraSikka.com: Maria Ewaldina Eba, 39 tahun patut bersyukur. Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) membuat ibu guru ini menjadi tenang saat melahirkan dua anaknya.
Bagaimana tidak, sebagai seorang guru dengan penghasilan pas-pasan, dia sempat gelisah memikirkan biaya persalinan anak pertamanya.
Namun semua kekuatiran itu hilang lenyap setelah dia mengetahui Program JKN-KIS bakal membiayainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Guru SMAK Santo Gabriel Maumere yang biasa disapa Dina ini, adalah peserta JKN-KIS dengan segmen peserta penerima upah (PPU). Suaminya pun peserta JKN-KIS dengan segmen yang sama. Keduanya rajin membayar iuran setiap bulan.
Dengan modal memiliki KIS yang aktif, Dina tidak perlu risau lagi. JKN-KIS menanggung semua biaya persalinan.
Sukses melahirkan anak pertama dengan biaya ditanggung JKN-KIS, Dina kembali merasa bersyukur karena persalinan anak keduanya juga mendapat sentuhan program JKN-KIS. Tidak ada biaya yang dia keluarkan.
“Puji Tuhan, dua anak saya lahir dalam keadaan sehat. Dan hebatnya, tidak ada biaya. Saya menggunakan KIS, jadi semuanya sudah ditanggung negara,” ujar Dina dengan wajah berseri-seri.
Dina mengaku beruntung sekali menjadi peserta JKN-KIS. Program pemerintah ini benar-benar memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat.
“Yang penting bayar iuran setiap bulan, kartu aktif, ikuti prosedur di fasilitas tingkat pertama maupun fasilitas tingkat lanjutan, pasti dilayani,” ujarnya bersemangat.
Perempuan ini menyinggung juga informasi yang beredar terkait penyesuain iuran BPJS Kesehatan. Bagi dia, jika dilihat dari sisi manfaat, isu kenaikan iuran atau pun penyesuaian, tidak menjadi masalah bagi dirinya.
“Tidak ada masalah kalaupun ada kenaikan iuran. Program ini sangat bermanfaat, tidak sebanding dengan besaran iuran yang kami setor tiap bulan,” ujarnya mantap.
Dia berkeyakinan pemerintah telah mempertimbangkan seluruh aspek dalam rangka menjamin kesehatan masyarakat. Karena itu, bagi dia, apapun strategi pemerintah terkait besaran iuran, tentu sudah dikaji secara komprehensif.
Menyadari penting dan besarnya manfaat program JKN-KIS, Dina pun mengajak keluarganya, juga masyarakat, untuk segera mendaftar menjadi peserta JKN-KIS.
“Kita bayar iuran setiap bulan, tidak rugi. Kalau kita sakit, kita bisa manfaatkan itu. Kalau kita tidak sakit, iuran kita bisa membantu orang lain yang membutuhkan,” ujar dia.
Sebagai orang yang pernah merasakan manfaat program JKN-KIS, Dina semakin mantap dengan program ini, dan berharap pemerintah terus melanjutkan program ini demi kepentingan masyarakat, terutama masyarakat yang tidak mampu dan berkekurangan.*** (eny)















