Cegah DBD di Bola, Puskesmas Gandeng Koramil

0
114
Cegah DBD di Bola, Puskesmas Gandeng Koramil
Batuud Koramil Bola Pelda Michael Kumanireng sedang memberikan sosialisasi penanganan dan pencegahan DBD, Kamis (3/9) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Penyakit demam berdarah dengue (DBD) terus mengintai warga Kecamatan Bola. Puskesmas Bola pun menggandeng Koramil setempat untuk melakukan pencegahan.

Salah satu metode yang dilakukan yakni dengan kegiatan tanggap gerak cepat (TGC). Kegiatan ini dalam bentuk sosialisasi, edukasi dan kunjungan ke rumah-rumah penduduk.

Seperti yang dilakukan pada Kamis (3/9), Tim TGC mendatangi pemukiman warga di Desa Persiapan Bura Bekor. Anggota Koramil Bola Pelda Michael Kumanireng, ikut mendampingi penanganan DBD di wilayah itu. Ikut juga dalam kegiatan ini Babinkamtibmas Polsek Bola.

Michael Kumanireng yang menjabat sebagai Batuud Koramil Bola, mengisahkan TGC memberikan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya DBD dan bagaimana langkah-langkah strategis pencegahan.

“Apalagi sekarang mulai musim hujan, masyarakat harus mendapatkan informasi sebanyak mungkin tentang DBD. Kami sampaikan tentang pemberantasan sarang nyamuk, 3M plus, juga gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik atau jumantik,” terang Michael Kumanireng.

Usai sosialisasi dan edukasi, Tim TGC Bola langsung turun ke rumah penduduk. Mereka mengecek tempat-tempat penampungan air dan ventilasi saluran udara di setiap rumah warga, melakukan pendataan, serta membagikan bubuk abate kepada warga.

Michael Kumanireng mengatakan Koramil Bola memiliki tanggung jawab atas situasi yang terjadi di wilayah teritorialnya.

“Pa Dandim Sikka melalui Danramil Bola sudah perintahkan agar para Babinsa bersama petugas Puskesmas, aparat desa dan instansi terkait mengajak dan mengimbau masyarakat mengaktifkan kembali gerakan satu rumah satu jumantik,” ujar dia.

Sebagai anggota Tim TGC, Michael Kumanireng mengatakan akan selalu berkoordinasi dengan perangkat desa di Kecamatan Bola dalam upaya menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk dan gerakan 3M, sehingga tercipta kesadaran masyarakat dalam mencegahan berkembangnya nyamuk eedes aegypti.

Hal ini, kata dia, dengan maksud untuk meningkatkan angka bebas jentik, sehingga masyarakat terbebas dari DBD. Selain itu, tambah dia, untuk mewujudkan kesadaran dan pemahaman terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Data yang diperoleh media ini, dari 7 desa di Kecamatan Bola, hanya Desa Wolonwalu yang terserang DBD dibtahun 2020. Setidaknya sudah terdapat 43 kasus, di mana 1 anak dinyatakan meninggal dunia.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini