Kapolsek Nita Gagalkan Rencana Warga Segel Ruang Kerja Kades

0
486
Kapolsek Nita Gagalkan Rencana Warga Segel Ruang Kerja Kades
Polisi menggagalkan rencana penyegelan ruang kerja Kantor Desa Nita, Senin (5/10)

Maumere-SuaraSikka.com: Kapolsek Nita Iptu Valentinus Tani berhasil menggagalkan rencana sejumlah warga Desa Nita yang hendak menyegel ruang kerja kepala desa setempat.

Valens yang berpakaian dinas lengkap, mendadak muncul di Kantor Desa Nita. Dia pun melarang warga yang sedang bersiap menyegel ruang kerja kepala desa. Valens beralasan perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai tindak pidana.

“Ini kantor untuk pelayanan publik. Kantor tidak ada salah. Yang salah itu oknum,” teriak Valens sambil menghalau warga dari kantor desa.

Kapolsek Nita Gagalkan Rencana Warga Segel Ruang Kerja Kades

Mantan KBO Satlantas Polres Sikka ini kemudian meminta warga menanggalkan papan dan bambu yang akan difungsikan untuk menyegel ruang kerja kepala desa.

Dengan nada keras Valens meminta semua warga yang tidak berkepentingan di kantor desa untuk meninggalkan kantor tersebut.

Sejumlah warga Desa Nita secara spontan membawa papan dan bambu ke dalam Kantor Desa Nita. Mereka berencana menyegel ruang kerja Kepala Desa Nita agar tidak ditempati sang kepala desa yang berinitial ABL.

Kapolsek Nita Gagalkan Rencana Warga Segel Ruang Kerja Kades

Tindakan warga ini sebagai reaksi atas perilaku ABL yang diduga menjalin hubungan intim dengan VDW, stafnya sendiri. Hubungan intim ini mengakibatkan janda beranak satu tersebut dikabarkan hamil 2 bulan lebih.

Ruang kerja Kepala Desa Nita terdiri dari 2 pintu. Satu pintu melalui tempat pelayanan masyarakat, dan satunya lagi melalui Aula Kantor Desa. Warga berencana menyegel 2 pintu tersebut karena kesal dengan perilaku ABL.

Warga pun gagal menyegel ruang kerja kepala desa. Mereka mengamankan kembali papan dan bambu, kemudian beralih ke Kantor BPD Nita yang letaknya persis di samping Kantor Desa Nita.

Sufriyance Merison Botu menyampaikan bahwa rencana penyegelan ruang kerja Kepala Desa Nita merupakan murni sikap masyarakat yang kecewa dengan pemimpin mereka.

“Keluarga tidak tahu. Itu reaksi spontan warga. Keluarga di sini untuk laporan pengaduan perbuatan amoral kepala desa,” ungkap Sufriynce Merison Botu.

Kepala BPD Nita Herman Ranu mengatakan rencana penyegelan ruang kerja kepala desa merupakan aksi spontan sejumlah warga masyarakat atas perilaku kepala desa.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini