BPD Nita Rekomendasi Berhentikan Kepala Desa

0
230
BPD Nita Rekomendasi Berhentikan Kepala Desa
Ketua BPD Nita Herman Ranu

Maumere-SuaraSikka.com: Buntut kasus dugaan perbuatan amoral Kepala Desa Nita, BPD setempat merekomendasikan Bupati Sikka memberhentikan ABL dari jabatan kepala desa.

Rekomendasi BPD Nita tertuang dalam surat usulan pemberhentian Kepala Desa Nita. Surat tersebut diserahkan langsung kepada Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Jumat (9/10).

Ketua BPD Nita Herman Ranu menjelaskan setelah menerima surat dari BPD Nita, Bupati Sikka langsung membuat disposisi yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pemerintahan Desa Fitrinita Kristiani.

“Tadi Bupati langsung disposisi. Isinya seperti apa saya juga kurang tahu,” terang Herman Manu kepada media ini di Gedung DPRD Sikka, Jumat (9/10).

Herman Manu bersama 2 anggota BPD berencana bertemu Pimpinan DPRD untuk menyampaikan surat yang sama. Namun mereka tidak sempat bertemu karena Pimpinan tengah menerima massa aksi yang menolak UU Omnibus Law.

Dia menjelaskan bahwa BPD Nita telah menggelar rapat bersama sejumlah elemen masyarakat seperti tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh perempuan pada Rabu (7/10). Sebanyak 46 orang hadir dalam peetemuan tersebut.

Rapat bersama dimaksud untuk membahas dan menindaklanjuti laporan dan pengaduan keluarga VDW atas dugaan perbuatan amoral yang dilakukan ABL terhadap VDW.

Dari pertemuan ini terungkap bahwa pada Minggu (4/10) VDW dan anaknya bersama ABL sedang berada di ruang tunggu keberangkatan Bandara Frans Seda. Ketiga orang ini berencana ke Jakarta.

“Keluarga VDW berhasil membatalkan rencana mereka, lalu VDW dibawa pulang ke rumahnya, sementara ABL melarikan diri,” jelas Herman Ranu.

Selanjutnya, pada pertemuan keluarga di rumahnya, VDW menyampaikan kepada keluarga bahwa dirinya telah hamil, hasil perbuatan bersama ABL.

Terhadap fakta-fakta ini, jelas Herman Ranu, elemen masyarakat yang hadir dalam pertemuan sangat kecewa dan marah.

Forum rapat mendesak BPD Nita dan Lembaga Adat Nita segera menindaklanjuti persoalan ini dengan kewenangan masing-masing guna memulihkan nama baik serta kewibawaan Desa Nita.

“Masyarakat yang hadir dalam pertemuan mendesak agar segera menemui Bupati guna melaporkan perbuatan ABL supaya mendapatkan putusan pemberhentian secepatnya sehingga aktvitas pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” jelas Herman Ranu.

Hasil pertemuan BPD Nita dan sejumlah elemen masyarakat ini dibuat dalam berita acara. Ada tiga poin penting dalam berita acara bahwa ABL melakukan perbuatan amoral dengan menghamili stafnya sendiri, mendesak Bupati Sikka memberhentikan ABL, sekaligus menunjuk Penjabat Sementara Kepala Desa Nita.

Hingga saat ini ABL belum bisa dihubungi. Beberapa jam setelah dilaporkan keluarga VDW, kepala desa dua periode ini menulis cuitan melalui akun facebooknya.

“Menunggu kebenaran akan ini terungkap. Antara wayang dan dalang sesungguhnya,” tulis dia, dengan memberi taggar #tetaptegarmenantangbadai.

Sebagaimana diberitakan, keluarga VDW mendatangi Kantor BPD Nita, Senin (5/10) untuk melaporkan dugaan perbuatan amoral ABL yang menghamili VDW, yang adalah tenaga swamedikasi desa (TSD) pada Kantor Desa Nita.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini