Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur Mengendap 4,5 Tahun, Kapolres Sikka Enggan Beri Keterangan

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 19 Oktober 2020 - 20:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 24 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus pemerkosaan anak di bawah umur mengendap 4,5 tahun di Polres Sikka. Sayangnya, Kapolres Sikka enggan memberikan keterangan.

Sejumlah wartawan, Senin (19/10), menghadang Kapolres Sikka AKBP Sajimin saat dia keluar dari ruang kerja Kasat Reskrim. Ketika dikonfirmasi terkait kasus ini, Kapolres Sikka terus berjalan menuju ke ruang kerjanya.

“Ngga ngga ngga,” demikian Kapolres Sikka sambil berjalan di samping Irwasda Polda NTT Kombes Pol Tavip Yulianto.

Para wartawan terus melayangkan beberapa pertanyaaan, tapi Kapolres Sikka menjawab yang sama saja.

Melihat wartawan serius meminta keterangan dari Kapolres Sikka, akhirnya Tavip Yulianto yang menjawab pertanyaan wartawan terkait kasus ini.

Sebagaimana diketahui peristiwa pemerkosaan EDJ, seorang anak di bawah umur terjadi pada 23 April 2016. Sehari sesudahnya kasus ini dilaporkan ayah korban ke Polsek Paga dengan bukti LP No. 22/IV/2016/NTT/Res.Sikka/Sek.Paga.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Atas laporan tersebut, penyidik terus memroses kasus ini, di mana pada 1 Juni 2016 mengirimkan berkas perkara ke Kantor Kejaksaan Negeri Maumere. Jaksa penuntut umum mengembalikan berkas perkara ke Polsek Paga pada 1 Pebruari 2017, atau 8 bulan setelah menerima berkas perkara.

Sejak JPU kembalikan berkas perkara, sampai dengan kasus ini ditindaklanjut kembali hari ini, Polsek Paga tidak menindaklanjuti penyidikan guna melengkapi petunjuk JPU.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru