Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur Mengendap 4,5 Tahun, Kapolres Sikka Enggan Beri Keterangan

0
161

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus pemerkosaan anak di bawah umur mengendap 4,5 tahun di Polres Sikka. Sayangnya, Kapolres Sikka enggan memberikan keterangan.

Sejumlah wartawan, Senin (19/10), menghadang Kapolres Sikka AKBP Sajimin saat dia keluar dari ruang kerja Kasat Reskrim. Ketika dikonfirmasi terkait kasus ini, Kapolres Sikka terus berjalan menuju ke ruang kerjanya.

“Ngga ngga ngga,” demikian Kapolres Sikka sambil berjalan di samping Irwasda Polda NTT Kombes Pol Tavip Yulianto.

Para wartawan terus melayangkan beberapa pertanyaaan, tapi Kapolres Sikka menjawab yang sama saja.

Melihat wartawan serius meminta keterangan dari Kapolres Sikka, akhirnya Tavip Yulianto yang menjawab pertanyaan wartawan terkait kasus ini.

Sebagaimana diketahui peristiwa pemerkosaan EDJ, seorang anak di bawah umur terjadi pada 23 April 2016. Sehari sesudahnya kasus ini dilaporkan ayah korban ke Polsek Paga dengan bukti LP No. 22/IV/2016/NTT/Res.Sikka/Sek.Paga.

Atas laporan tersebut, penyidik terus memroses kasus ini, di mana pada 1 Juni 2016 mengirimkan berkas perkara ke Kantor Kejaksaan Negeri Maumere. Jaksa penuntut umum mengembalikan berkas perkara ke Polsek Paga pada 1 Pebruari 2017, atau 8 bulan setelah menerima berkas perkara.

Sejak JPU kembalikan berkas perkara, sampai dengan kasus ini ditindaklanjut kembali hari ini, Polsek Paga tidak menindaklanjuti penyidikan guna melengkapi petunjuk JPU.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini