Pandemi Covid-19 Uji Eksistensi JKN-KIS

0
50
Pandemi Covid-19 Uji Eksistensi JKN-KIS
Suasana webinar Workshop Media di Kantor BPJS Kesehatan Maumere, Kamis (22/10)

Maumere-SuaraSikka.com: Keberadaan program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sejahtera (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan kini sedang diuji dengan adanya pandemi Covid-19.

Analisis ini disampaikan ahli asuransi kesehatan Budi Hidayat saat menjadi salah satu pemateri pada Workshop Media yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, Kamis (22/10).

Dia mengatakan bahwa JKN merupakan bentuk formal mekanisme transfer risiko individu ke kelompok. Dari data fakta empiris membuktikan 4 hal positip.

Pertama, memuka peluang dan memperbaiki aksws penduduk terhadap pelayanan kesehatan formal. Kedua, menutup ketidaksetaraan antar sosial ekonomi penduduk dalam mengakses pelayanan kesehatan.

Ketiga, mendorong upaya perbaikan status kesehatan masyarakat. Dan keempat, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai kanal industri kesehatan.

Saat pandemi Covid-19 ini, kata dia, eksistensi JKN sedang diuji. Namun, dalam analisisnya, adanya Covid-19 justru memperkuat eksistensi JKN-KIS.

Pandemi Covid-19 Uji Eksistensi JKN-KIS

“Sejatinya pandemi Covid-19 sedang menguji keberadaan JKN-KIS, tetapi pandemi Covid-19 justru memperkuat keberadaan JKN-KIS,” ujar Budi Hidayat.

Workshop Media dilaksanakan secara virtual, dan melibatkan 700 wartawan di Indonesia. Di Maumere, 5 wartawan diundang mengikuti workshop di Lantai 2 Kantor BPJS Kesehatan di Jalan Wairklau.

Tema besar kegiatan ini adalah Jaminan Kesehatan Nasional dan Adaptasi Kebiasaan Baru. Hari pertama dengan dua sesi, membahas Menjaga Keberlangsungan Program JKN-KIS dan Peran Jaminan Sosial Kesehatan di Era Pandemi Covid-19.

Selain Budi Hidayat, ada banyak narasumber lain yang berkompeten di bidangnya dihadirkan dalam kegiatan webinar yang dilaksakan dari pagi hingga siang tersebut.

Adapun narasumber lainnya yang dihadirkan saat itu, antara lain pakar kebijakan publik Agus Pambagio, kemudian Raden Pardede selaku Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Kunto Ariawan, Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini