Kadis Kesehatan Sikka Nyaris Jadi Korban Penelpon Gelap

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 18 Desember 2020 - 15:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 22 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Sikka Petrus Herlemus

Kepala Dinas Kesehatan Sikka Petrus Herlemus

Maumere-SuaraSikka.com: Kadis Kesehatan Sikka Petrus Herlemus nyaris menjadi korban penelpon gelap. Beruntung dia tidak terjebak pada modus penipuan orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

“Ya, ada yang telpon saya, tiga kali, nomornya berbeda-beda. Mengaku dari Kejaksaan Negeri Maumere,” ungkap Petrus Herlemus di Maumere, Jumat (18/12).

Dia menjelaskan seseorang yang mengaku bernama Riski menelpon dia, memperkenalkan diri sebagai tim penyidik Kejaksaan Negeri Maumere. Lalu orang ini menyampaikan bahwa Kejari Maumere akan berbicara dengannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah itu muncul suara lain, dan memperkenalkan diri sebagai Kajari Maumere. Petrus Herlemus pun berkomunikasi dengan orang ini.

“Dia minta saya besok bertemu di kantor. Lalu saya jawab, iya, kan besok saya dipanggil ke kantor. Langsung dia tutup telpon,” jelas Petrus Herlemus.

Reaksi orang yang mengaku Kajari Maumere, kata Petrus Herlemus, mencurigakan. Apalagi orang tersebut mendadak menutup telpon.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

“Komunikasi hanya sebatas itu. Mungkin saja ada tujuan lain, tapi tidak sempat disampaikan,” ujarnya curiga.

Petrus Herlemus menduga kuat itu adalah para penelpon gelap yang memanfaatkan kasus tindak pidana korupsi Proyek Pembangunan Puskesmas Bola yang sedang diselidiki Kejaksaan Negeri Maumere. Dia sendiri merupakan salah satu saksi pada kasus ini.

Untuk memastikan hal ini, Petrus Herlemus langsung menghubungi pihak Kejaksaan Negeri Maumere.

Dari lembaga ini, dia mendapatkan jawaban bahwa Kejaksaan Negeri Maumere tidak pernah menelpon saksi-saksi kasus tindak pidana korupsi Puskesmas Bola untuk mendatangi kantor mereka.

Jawaban ini memberikan keyakinan Petrus Herlemus bahwa para penelpon tersebut merupakan sindikasi penipuan.

Ternyata, lanjutnya, bukan saja dia yang menerima telpon dari orang yang membawa-bawa nama Kejaksaan Negeri Maumere.

Beberapa orang yang menjadi saksi pada proyek senilai Rp 3 miliar lebih ini juga mendapat telpon yang sama. Mereka itu adalah tim teknis, pejabat pengadaan, termasuk bendahara.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Petrus Herlemus mengatakan dia sudah memberikan penegasan kepada semua staf di Dinas Kesehatan, agar tidak mudah percaya kepada penelpon yang tidak diketahui jelas identitasnya.

Sebelumnya, Kejari Maumere Fahmi memastikan ada penelpon gelap yang menelpon saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi Proyek Pembangunan Puskesmas Bola.

Para penelpon gelap ini mengaku dari Kejaksaan Negeri Maumere lalu menakut-nakuti para saksi, dan kemudian meminta sejumlah uang.

Fahmi menegaskan bahwa Kejaksaan Negeri Maumere, baik itu dirinya selaku pimpinan, tim penyidik, serta staf, tidak pernah menghubungi saksi-saksi.

Kepada para saksi Fahmi mengatakan jika menerima telpon dari orang yang mengaku-ngaku dari Kejaksaan Negeri Maumere, dia mengimbau untuk terlebih dahulu klarifikasi kepada Kejaksaan Negeri Maumere.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru