Nasib Anggaran Telur untuk Anak Stunting, Gagal di DAU, Tidak Tersentuh di DID

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 21 Desember 2020 - 20:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 24 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak-anak stunting di Rumah Stunting pada Agustus 2020 lalu

Anak-anak stunting di Rumah Stunting pada Agustus 2020 lalu

Nasib Anggaran Telur untuk Anak Stunting, Gagal di DAU, Tidak Tersentuh di DID

Nasib Anggaran Telur untuk Anak Stunting, Gagal di DAU, Tidak Tersentuh di DID

Maumere-SuaraSikka.com: Nasib apes usulan anggaran pengadaan telur untuk anak stunting. Setelah gagal mendapatkan dana alokasi umum (DAU), ternyata program ini juga tidak tersentuh melalui Dana Insentif Daerah (DID).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dinas Kesehatan Sikka mengusulkan anggaran pengadaan telur sebesar Rp 2,1 miliar untuk masuk pada APBD 2021. Anggaran sebesar ini untuk kebutuhan nutrisi 4.010 anak stunting selama 6 bulan.

Nasib Anggaran Telur untuk Anak Stunting, Gagal di DAU, Tidak Tersentuh di DID
Kepala Dinas Kesehatan Sikka Petrus Herlemus

Kepala Dinas Kesehatan Sikka Petrus Herlemus menjelaskan untuk program pengadaan telur, DAU hanya mengalokasikan anggaran Rp 100 juta. Anggaran ini, kata dia, hanya bisa mengakomodir 15 anak stunting.

Setelah final pembahasan RAPBD 2021 yang bersumber dari DAU, Petrus Herlemus lalu berjuang mendapatkan anggaran yang bersumber dari DID. Kabupaten Sikka mendapatkan anggaran DID sebesar Rp 26.695.841.000.

Usulan Dinkes Sikka melalui Bapelitbang Sikka, yakni tambahan alokasi anggaran sebesar Rp 650 juta. Dalam pembahasan di Badan Anggaran, usulan ini tidak termuat pada rencana anggaran yang diusulkan pemerintah daerah setempat.

Untuk bidang kesehatan, pemerintah merencanakan sejumlah program kegiatan dengan anggaran Rp 7.060.000.000.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Usulan pemerintah meliputi pengadaan 3 unit mobil amrol Rp 1,5 miliar, pengadaan 10 unit kontainer Rp 600 juta, pengadaan 400 unit tong sampah Rp 160 juta, dan pembuatan 100 unit MCK individu Rp 450 juta.

Selanjutnya bantuan 200 unit rumah tidak layak huni Rp 3,5 miliar, pembangunan 2 unit bak air komunal di Palue Rp 700 juta, dan rehabilitasi sumur bor di Desa Heopuat Rp 150 juta.

Dalam perkembangan pembahasan bersama Banggar DPRD Sikka, beberapa item usulan dipertahankan. Sementara sejumlah item usulan dihilangkan, dan diganti dengan usulan baru dari anggota Banggar DPRD.

Final usulan program kegiatan di bidang kesehatan yang bersumber dari DID yakni sebesar Rp 7.728.000.000. Dalam usulan yang terbaru itu, tidak ada usulan anggaran untuk pengadaan telur bagi anak-anak stunting.

Usulan terbaru dan final yakni pengadaan 2 unit mobil amrol Rp 1 miliar, pengadaan 10 unit kontainer Rp 600 juta, pengadaan 400 unit tong sampah Rp 160 juta, dan pembuatan 100 unit MCK di sejumlah Puskesmas Rp 600 juta.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Berikutnya pembangunan Puskesmas Tualado Rp 2 miliar, pembangunan sumur bor Puskesmas Kewapante Rp 250 juta, rehabilitasi Puskesmas Glak Rp 250 juta, pengadaan 1 unit ambulance kepulauan Rp 600 juta,
rehabilitasi Puskesmas Bola Rp 350 juta, pengadaan fasilitas Pustu Koro Rp 250 juta, dan rehabilitasi Pustu Magetake Rp 150 juta.

Selanjutnya pembangunan 4 unit MCK Puskesmas Egon Gahar Rp 18 juta,
rehabilitasi Pustu Wolowiro Rp 650 juta,
pembangunan 2 unit bak air komunal di Palue Rp 700 juta, dan rehabilitasi sumur bor di Desa Heopuat Rp 150 juta.

Dari postur ini, terlihat bahwa usulan awal untuk bantuan 200 unit rumah tidak layak huni Rp 3,5 miliar, “disapubersih” untuk mengakomodir usulan anggota Banggar DPRD.

Petrus Herlemus telah mengomunikasikan kembali kepentingan anggaran pengadaan telur untuk 4.010 anak stunting. Sesuai anjuran Bapelitbang dan beberapa anggota DPRD Sikka, rencananya dia akan mengusulkan kembali pada Perubahan APBD 2021.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru