

Maumere-SuaraSikka.com: Maria Falentina Manggo, biasa disapa Siska menangis haru ketika menerima bantuan telur ayam dari para wartawan yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Selasa (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia tidak menyangka para kuli tinta itu memberikan perhatian serius kepada anak-anak stunting.
Dalam benaknya, dia mengetahui wartawan hanya bertugas menulis berita saja. Ternyata, ujar dia, wartawan juga peduli dengan kondisi sosial kemanusiaan, antara lain seperti anak stunting.
“Terima kasih banyak sudah bisa membantu anak kami,” ungkapnya sambil menangis di Rumah Stunting.

Program pemberian makanan tambahan kepada anak stunting, jelas dia, akan berakhir 28 Desember 2020 ini. Siska bingung mau melanjutkan program ini di rumah, karena keterbatasan finansial. Karena itu, kata dia, bantuan telur 1 papan yang diterimanya akan sangat membantu asupan protein pasca selesainya program ini.
Dia mengikutkan anak laki-lakinya yang bernama Junero dalam program ini sejak Juli 2020 lalu. Selama mengikuti program di Rumah Stunting, Siska mengaku ada perubahan besar pada diri anaknya yang berusia 1,6 tahun.

Sebelum ikut program, kata dia, anaknya sulit sekali makan. Berat badannya tidak ideal, demikian pun tinggi badan.
Tapi setelah rutin mengikuti program, dia mengaku terjadi perubahan besar. Junero mulai semangat makan, berat badan dan tinggi badan juga bertambah.
Setiap hari, jelas dia, Junero bersama 31 anak stunting yang mengikuti program, mendapatkan asupan gizi yang baik seperti telur, daging, dan buah-buahan. Sesekali ada makanan variatif.

Perempuan yang tinggal di Jalan Gajah Mada, persisnya di belakang Rumah Makan Suroboyo ini, mengaku senang sekali dengan suasana lingkungan Rumah Stunting. Suasana itu, kata dia, ditambah program yang tepat, sangat membantu tumbuh kembang anak untuk keluar dari persoalan stunting.
Berkali-kali dia menyampaikan terima kasih kepada para wartawan yang sudah ikut berpeduli meringankan beban mereka.*** (eny)















