

Maumere-SuaraSikka.com: Ibu kandung MEL, Selasa (5/1) menjalani rapid tes antigen di Labkesda Dinkes Sikka yang terletak di Jalan Eltari Maumere.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia mendatangi Labkesda sekitar pukul 12.30 Wita. Masih dalam suasana duka, ibu ini tampak mengenakan setelan pakaian berwarna hitam.

Tiba di Labkesda, ibu kandung MEL tidak langsung menjalani rapid tes antigen. Dia harus bersabar karena saat itu masih ada antrian panjang sejumlah pegawai PN Maumere yang hari itu juga menjalani rapid tes antigen.

Tampak ibu kandung MEL duduk pada sebuah kursi. Dia ditemani seorang kawan sekolah MEL, yang diketahui pernah bersama-sama MEL beberapa waktu lalu sebelum MEL masuk ruang isolasi RSUD TC Hillers.
Media ini sempat berbincang-bincang sebentar dengan ibu kandung MEL. Dalam obrolan singkat, ibu kandung MEL menyesalkan vonis kematian putrinya karena positip corona.
“Anak saya itu sakit ginjal, tapi dibilang meninggal karena corona,” ungkap dia kecewa.

Setelah beberapa saat, petugas medis di Labkesda memanggil ibu kandung MEL untuk menjalani rapid tes antigen. Proses rapid tes antigen berlangsung tidak lebih dari 1 menit.
MEL, pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Flores Timur, kembali ke Maumere pada 22 Desember 2020. Dia tampak sehat, sehingga masih sempat refreshing bersama sejumlah teman sekolah.

Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus memastikan kontak erat antara MEL dan ibu kandungnya terjadi sejak MEL tiba dari Larantuka.
Hingga MEL dipastikan terkonfirmasi positip corona, range kontak erat antara ibu dan anak ini sudah lebih dari 10 hari.

Ibu kandung MEL tidak menjalani karantina terpusat pada lokasi yang disiapkan pemerintah daerah setempat. Pihak keluarga meminta agar ibu kandung MEL menjalankan karantina mandiri di rumah.*** (eny)




















