Positip Rapid Antigen, Karyawan Perumda Wair Puan Protes Diskriminasi Karantina

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 23 Januari 2021 - 11:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 31 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maumere-SuaraSikka.com: Seorang karyawan Perumda Wair Puan yang diketahui positip rapid antigen, Jumat (22/1), melakukan protes terhadap pola karantina yang dilaksanakan Satgas Covid Sikka.

Dia disarankan menjalani karantina mandiri selama 10 hari ke depan. Alasan petugas medis pada Posko Satgas Covid Sikka, karena kapasitas karantina terpusat sudah penuh.

Anehnya, kata dia, beberapa orang yang juga positip rapid antigen, malah disarankan untuk karantina terpusat. Padahal mereka itu datang belakangan saat melapor ke Posko Satgas Covid Sikka.

“Saya yang lebih dulu datang lapor, disuruh karantina mandiri dengan alasan tempat sudah penuh. Yang datang kemudian malah diurus karantina terpusat. Saya merasa tidak adil sekali,” keluh dia kepada media ini, Sabtu (23/1).

Baca Juga :  Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Lebih dari itu, kata dia, dengan karantina mandiri dia harus mengeluarkan biaya secara mandiri, baik untuk obat-obatan maupun kebutuhan lainnya. Dan ini, katanya, berbeda dengan pelaku karantina terpusat yang mendapat jaminan dari negara.

“Untuk saya yang masih sanggup beli vitamin, mungkin tidak masalah. Tapi bagaimana dengan orang yang tidak mampu, atau yang rumahnya jauh dari apotik,” ujarnya kesal.

Dia juga merasakan diskriminasi dari sisi perhatian terhadap perkembangan kesehatannya. Alasan dia, tidak ada pendampingan medis terhadap dirinya.

“Pagi ini saya telpon ke Posko untuk sampaikan perkembangan kesehatan saya. Tapi tidak diangkat, tidak ada respon,” ungkap dia kecewa.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Karyawan Perumda Wair Puan ini diketahui positip rapid antigen setelah memeriksakan kesehatannya di Laboratorium Mahardika. Petugas laboratorium menyarankan dia untuk segera melapor ke Posko Satgas Covid Sikka di Dinas Kesehatan.

Oleh petugas Posko, dia disarankan karantina mandiri. Meski melakukan protes terhadap pola diskriminatif, dia tetap melaksanakan karantina mandiri.

Kepada media ini dia mengatakan akan menjalani swab PCR pada Senin (25/1) mendatang. Anak perempuannya yang diduga kontak erat, dipastikan ikut menjalani swab PCR.

Pejabat Satgas Covid Sikka belum dihubungi media ini. Satu minggu terakhir ini Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Dokter Clara Francis memilih diam dan tidak merespons berbagai klarifikasi dari wartawan.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru