Positip Rapid Antigen, Karyawan Perumda Wair Puan Protes Diskriminasi Karantina

0
637
Satu Wartawan di Sikka Terkonfirmasi Positip Corona
Ilustrasi

Maumere-SuaraSikka.com: Seorang karyawan Perumda Wair Puan yang diketahui positip rapid antigen, Jumat (22/1), melakukan protes terhadap pola karantina yang dilaksanakan Satgas Covid Sikka.

Dia disarankan menjalani karantina mandiri selama 10 hari ke depan. Alasan petugas medis pada Posko Satgas Covid Sikka, karena kapasitas karantina terpusat sudah penuh.

Anehnya, kata dia, beberapa orang yang juga positip rapid antigen, malah disarankan untuk karantina terpusat. Padahal mereka itu datang belakangan saat melapor ke Posko Satgas Covid Sikka.

“Saya yang lebih dulu datang lapor, disuruh karantina mandiri dengan alasan tempat sudah penuh. Yang datang kemudian malah diurus karantina terpusat. Saya merasa tidak adil sekali,” keluh dia kepada media ini, Sabtu (23/1).

Lebih dari itu, kata dia, dengan karantina mandiri dia harus mengeluarkan biaya secara mandiri, baik untuk obat-obatan maupun kebutuhan lainnya. Dan ini, katanya, berbeda dengan pelaku karantina terpusat yang mendapat jaminan dari negara.

“Untuk saya yang masih sanggup beli vitamin, mungkin tidak masalah. Tapi bagaimana dengan orang yang tidak mampu, atau yang rumahnya jauh dari apotik,” ujarnya kesal.

Dia juga merasakan diskriminasi dari sisi perhatian terhadap perkembangan kesehatannya. Alasan dia, tidak ada pendampingan medis terhadap dirinya.

“Pagi ini saya telpon ke Posko untuk sampaikan perkembangan kesehatan saya. Tapi tidak diangkat, tidak ada respon,” ungkap dia kecewa.

Karyawan Perumda Wair Puan ini diketahui positip rapid antigen setelah memeriksakan kesehatannya di Laboratorium Mahardika. Petugas laboratorium menyarankan dia untuk segera melapor ke Posko Satgas Covid Sikka di Dinas Kesehatan.

Oleh petugas Posko, dia disarankan karantina mandiri. Meski melakukan protes terhadap pola diskriminatif, dia tetap melaksanakan karantina mandiri.

Kepada media ini dia mengatakan akan menjalani swab PCR pada Senin (25/1) mendatang. Anak perempuannya yang diduga kontak erat, dipastikan ikut menjalani swab PCR.

Pejabat Satgas Covid Sikka belum dihubungi media ini. Satu minggu terakhir ini Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Dokter Clara Francis memilih diam dan tidak merespons berbagai klarifikasi dari wartawan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini