Yosef Koten Kabarkan Gading Hilang, Y Ajak Pergi ke Pendoa

0
870
Yosef Koten pose dengan gading miliknya yang hilang beberapa waktu lalu, Minggu (24/1), di Mapolres Sikka

Maumere-SuaraSikka.com: Yosef Koten sempat mengabarkan kepada Y bahwa gading miliknya hilang dari rumah. Y menanggapi kabar itu dengan mengajak ke pendoa di Maumere.

Dia mengaku menelepon Y pada Senin (11/1), beberapa jam setelah gading hilang dari rumahnya di Riangkoli Desa Sinamalaka Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur.

Terduga pelaku Y (tutup kepala) digiring naik mobil untuk dibawa ke Mapolres Flotim

Y dihubungi pertama karena perempuan yang masih status keponakan itu sebelumnya pada Sabtu (9/1) pernah datang ke rumahnya bersama MA. Saat itu Yosef Koten sempat memperlihatkan gading kepada Y dan MA.

“Saya bilang dia, Y gading yang kau lihat itu hilang dinihari tadi,” cerita dia kepada media ini, Minggu (24/1) di Mapolres Sikka.

Mendengar informasi tersebut, jelas Yosef Koten, Y lalu mengajaknya ke Maumere untuk bertemu dengan pendoa.

“Datang ke sini saja Om, kita cari pendoa biar dapat petunjuk,” ujar Yosef Koten mengutip ajakan Y.

Yakin dengan ajakan Y, Yosef Koten bersama anaknya ke Maumere pada Selasa (12/1). Setiba di Maumere, dia mengontak Y dan memastikan sudah berada di Maumere, dan sedang makan di RM Surya Indah. Y meminta Yosef Koten menunggu di tempat itu, karena dia sedang berada di Kewapante.

Setelah menunggu lama, Yosef Koten menelepon lagi Y sekitar pukul14.00 Wita. Namun handphone Y sudah tidak aktif hingga pukul 17.00 Wita.

Karena sudah tidak terhubung lagi, Yosef Koten memilih kembali ke rumahnya. Keesokan harinya di mendatangi Mapolres Flotim untuk melaporkan kasus hilangnya gading miliknya.

Barang bukti berupa gading diamankan seorang anggota Tim Buser Flotim

Dia menjelaskan pada Desember 2020 dia bertemu Y di Desa Bloro Kecamatan Nita Kabupaten Sikka. Saat itu dia memberitahu Y bahwa dia memiliki gading, dan rencananya gading itu mau dijual. Dia meminta Y mencarikan pembeli.

Dari informasi itu Y akhirnya ke Tanjung Bunga. Yosef Koten mengajak Y dan MA ke ruangan tengah. Di situ terdapat sebuah lemari. Gading disimpan di dalam lemari, ditutupi dengan pakaian. Yosef Koten mengambil gading dari dalam lemari dan memperlihatkan kepada Y dan MA.

Dua terduga pelaku digelandang ke mobil untuk dibawa ke Mapolres Flotim, Minggu (24/1)

“Waktu itu MA yang mengaku sopir, sempat foto-foto dengan handphone. Dia foto lemari, ruangan tengah, sampai ke depan,” cerita Yosef Koten.

Yosef Koten mengetahui gading hilang, setelah Senin (11/1) pagi hendak ke toilet. Dia kaget melihat pintu lemari dalam keadaan terbuka. Setelah dicek, ternyata gading yang disimpan di dalam lemari sudah hilang.

“Ada rusak di pintu lemari, seperti bekas congkel. Juga di pintu depan rumah, ada bekas congkel. Saya yakin sekali, gading dicuri orang, sekitar jam dinihari,” ujar dia.

Yosef Koten memberikan apresiasi kepada Tim Buser Flotim dan Sikka yang telah berhasil mengungkap terduga pelaku pencurian gading.

“Terima kasih Tim Buser. Kerja keras yang luar biasa. Semoga kasus ini ada titik terang, dan pelaku dihukum,” tegas dia.

Yosef Koten ikut bersama Tim Buser Flotim sejak Kamis (21/1). Selain untuk memberikan dukungan moril, dia juga dibutuhkan untuk menunjuk alamat rumah Y.

Y akhirnya diamankan pada Jumat (22/1) di Rujab Bupati Sikka di Jalan Eltari. Sementara MA diambil di rumah kontrakannya di Kelurahan Waioti.

Buser Flotim dan Sikka mengamankan lagi dua terduga pelaku dan 1 penadah. Lima orang yang diduga terlibat kasus hilangnya gading ini sudah diboyong ke Mapolres Flotim, Minggu (24/1) siang.

Sebelum meninggalkan Mapolres Sikka, Yosef Koten sempat mendekati suami Y yang kebetulan ada juga di situ. Dia menyampaikan permintaan maaf karena Y diduga terlibat dalam kasus ini.

Suami Y menanggapi dengan bijaksana. Dia malah mendukung proses hukum yang dilakukan Polres Flotim, termasuk jika istrinya terlibat dalam kasus ini.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini