


Maumere-SuaraSikka.com: Kasus kesehatan anak mewarnai kehidupan masyarakat di desa terpencil. Di Desa Tuwa Kecamatan Tanawawo Kabupaten Sikka misalnya, terdapat 3 anak gizi buruk, 2 kurang gizi, dan 10 stunting.
“Ada 140 anak di sini. Dari hasil ukur tinggi badan dan timbang badan, diketahui terdapat 3 anak gizi buruk, 2 kurang gizi, dan 10 stunting,” ungkap Kepala Desa Tuwa Fernandez Y. Wula kepada media ini, Selasa (16/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Belasan kasus kesehatan anak ini, menjadi perhatian serius pemerintahan desa setempat. Bersama tenaga kesehatan di Poskesdes Tuwa dan Puskesmas Wolofeo, Pemdes Tuwa terus menjalin sinergitas untuk menekan laju kasus-kasus kesehatan anak.
Salah satu rutinitas yang sering dilakukan yakni memberikan tambahan makanan serta sosialisasi. Biasanya sosialisasi kesehatan disampaikan oleh petugas medis.
Seperti pada Selasa (16/2), petugas medis melaksanakan sosialisasi tentang pencegahan DBD, stunting, serta kesehatan ibu dan anak. Sekitar 25 anak dan 30 orang tua hadir pada kesempatan itu.
Materi sosialisasi diberikan oleh Kepala Poskesdes Tuwa Magdalena Theresa An Sri Kanda Dala Putri bersama sejumlah petugas medis dari Puskesmas Wolofeo seperti Philipus Peto, Yasinta Dince, dan Maria Herlina Malareci.

Kepala Desa Tuwa bersama Ketua PKK Desa Agatha Sero ikut terlibat dalam kapasitas mereka, memberikan motivasi agar Tuwa bebas dari masalah kesehatan ibu dan anak.
Meskipun Tuwa jauh dari jangkauan pelbagai akses, Fernandez Y. Wula bertekad menekan laju kasus kesehatan ibu dan anak di desa itu.*** (eny)

















