


Maumere-SuaraSikka.com: Kasus terkonfirmasi positip Covid-19 di Kabupaten Sikka menembus angka 475 per Jumat (5/3) hari ini. Kecamatan Alok Timur menjadi penyokong paling tinggi.
Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis, Jumat (5/3), menjelaskan dari 475 kasus positip yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 459 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah sembuh 459 orang. Sementara ini ada 7 yang dirawat. Lalu ada 9 yang meninggal,” jelas dia.
Di luar itu, tambah dia, terdapat 7 Kasus kematian dengan status probabel. Karena meninggal dengan status probabel, sehingga tidak terdata sebagai tekonfirmasi positip.
Data yang diterima media ini, Alok Timur berada di posisi teratas terkonformasi positip yakni sebanyak 127 kasus. Dari jumlah ini, 123 orang sudah sembuh, 1 orang sedang menjalani perawatan, dan 3 orang meninggal.
Kecamatan Alok di posisi kedua, dengan 101 kasus, di mana 98 orang dinyatakan sembuh, 1 masih dalam perawatan, dan 2 meninggal.
Menyusul setelah itu Kecamatan Kewapante, dengan 59 kasus, dan semuanya sudah dinyatakan sembuh.
Clara Francis mengatakan virus corona sudah menyebar ke semua wilayah di Kabupaten Sikka. Hanya Kecamatan Mapitara saja yang sama sekali belum terserang virus ini.
“Di daerah yang jauh dari aktifitas, sudah terserang virus, misalnya PaluE ada 2 kasus, Waiblama 1 kasus, Tanawawo 1 kasus,” ungkap dia.

Alok Timur, selain kontribusi kasus tertinggi, juga mencatat jumlah kematian tertinggi. Dari 9 kasus kematian, 3 di antaranya dari Alok Timur.
Menyusul setelah itu Alok dengan 2 kasus, dan 1 kasus masing-masing dari Kecamatan Waigete, Hewokloang, dan Kangae.
Kasus kematian terakhir terjadi Jumat (5/3) hari ini, yakni seorang warga Desa Wolodhesa Kecamatan Mego.
Sementara itu 7 orang yang sedang dalam perawatan, yakni 5 orang dirawat di ruang isolasi RSUD TC Hillera Maumere, dan 2 di belakang Swalayan Roxy.
“Kita harapkan semua mereka bisa sehat, kembali ke rumah dan menegakkan protokoler kesehatan,” harap dia.
Clara Francis mengingatkan warga masyarakat Kabupaten Sikka agar terus disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan mengenakan masker, tidak berkerumun, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan air mengalir.
“Hanya dengan taat dan patuh pada protokoler kesehatan, kita bisa mencegah penularan virus corona,” ujar dia.

Virus corona mulai merebak di Kabupaten Sikka pada pertengahan Maret 2020. Kala itu sepasang suami istri dievakuasi dari RSU Lembata ke RSUD TC Hillers Maumere. Pria asal Lembata itu dikabarkan terkena penyakit usus buntu.
Pelayanan kesehatan terhadap pria ini agak berbeda, mengingat dia bersama istrinya baru tiba dari Inggris setelah 15 tahun berdomisili di sana.
Ancaman virus corona mulai benar nyata setelah masuknya KM Lambelu pada awal April 2020. Ratusan penumpang dikarantina secara terpusat, dan pada akhirnya 27 orang terkonfirmasi positip, yang kemudian dikenal dengan sebutan Klaster Lambelu.
Sebanyak 475 kasus terkonfirmasi positip, sebagian besarnya adalah kasus transmisi lokal.*** (eny)

















