


Maumere-SuaraSikka.com: Seorang mantan Ketua Stasi Feondari di Kecamatan Mego, dikabarkan meninggal di ruang isolasi RSUD TC Hillers Maumere, Jumat (5/3), pukul 08.55 Wita.
BB, pria usia 77 tahun lebih ini mengalami sesak napas selama 6 tahun. Selama ini, terutama sebelum munculnya virus corona, dia menjalani perawatan rutin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis menjelaskan BB masuk RSUD TC Hillers, Selasa (2/3), pukul 19.39 Wita. Dia merupakan pasien rujukan dari RS Santa Elisabeth Lela.
“Pasien masuk dengan keluhan penurunan kesadaran sejak satu hari sebelumnya,” ungkap dia.
Sebelumnya, kata Clara Francis pasien mengeluh sakit kepala hebat, mual, muntah dan demam.
Di RS Lela, dilakukan rapid antibodi dengan hasil reaktip. Kemudian dilakukan lagi rapid antigen dan hasilnya positip.
Setelah masuk ruang isolasi RSUD TC Hillers, pada Rabu (3/3), pasien ini menjalani pemeriksaan TCM, dengan hasil positip.

Pantauan media ini, sejumlah keluarga korban sudah berada di sekitar ruang isolasi RSUD TC Hillers. Seorang cucu BB, tampak menangis tersedu-sedu. Begitu juga anak sulung BB, tidak kuat mengalami peristiwa ini.
BB dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat di Desa Wolodhesa. Dia pernah menjabat sebagai Kepala Dusun Wolomage.
Ketokohan BB teruji saat dia memimpin Stasi Feondari selama tiga periode berturut-turut. Pada tahun 2005, ketika mengikuti Muspas Keuskupan Ende di Mataloko, dia mengusulkan agar Stasi Feondari dimekarkan.

Usulan ini diakomodir otoritas gereja. Empat tahun sesudahnya, Stasi Feondari yang masih bergabung pada Paroki Lekebai akhirnya dimekarkan menjadi Paroki Feondari.
“Setelah jadi Paroki Feondari, orang tua ini lepas jabatan dari Ketua Stasi,” cerita Marselina Veronika Jata, salah seorang anggota keluarga, yang juga adalah anggota Fraksi Partai Perindo Sikka.
BB masih kelihatan segar pada Minggu (28/2). Setelah pulang dari gereja, dia sempat ke Kota Maumere, mengunjungi salah satu anaknya. Menginap semalam, Senin (1/3), BB kembali lagi kampung.
Esoknya, Selasa (2/3), penyakit sesak napasnya kumat. BB dilarikan ke RS Santa Elisabeth Lela. Kemudian dirujuk ke RSUD TC Hillers Maumere.
Seorang anak BB tiba dari Batam beberapa hari lalu. Dia ambil keputusan pulang kampung setelah ditelepon ayahnya.
“Bapa bilang dia sudah tua. Kalau terjadi apa-apa tidak usah pulang, urus istri dan anak-anak. Saya rasa terharu sekali, apalagi Bapa bicara dengan napas yang tidak teratur. Jadi saya ambil keputusan untuk pulang,” cerita anak BB.
Sebelum putus napas, BB sempat mendapatkan sakramen penguatan. Itu pun atas permintaan sendiri.

Sejumlah kerabat BB yang mengetahui peristiwa duka ini, mendatangi ruang isolasi. Mereka membawa serta kain adat untuk dimasukkan ke dalam peti jenazah.
Menurut rencana jasad BB akan dimakamkan di tempat pemakaman Covid-19 di Urung Pigang Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat.
BB merupakan pasien ke-9 yang meninggal dengan status terkonfirmasi positip. Sementara itu terdata 7 pasien lainnya meninggal dengan status probabel.*** (eny)

















