


Maumere-SuaraSikka.com: Anggota polisi dari Satnarkoba Polres Sikka berhasil menemukan sabu-sabu dari kantong celana IS, Jumat (5/3) dinihari.
Barang bukti yang dicurigai sabu-sabu itu, dikemas rapi dalam sebuah plastik bening. IS berikut barang bukti langsung diamankan ke Mapolres Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Sikka melalui Kasat Narkoba Iptu Messakh Hetharie yang dihubungi Senin (8/3), membenarkan telah mengamankan seseorang yang diduga terlibat kepemilikan sabu-sabu.
Dia belum memberikan keterangan lebih jauh, dengan alasan masih dalam proses penyidikan.
“Barang bukti kami sudah kirim ke Denpasar untuk diperiksa di laboratorium. Kami masih tunggu hasil pemeriksaan,” ujar dia diplomatis.

Informasi yang dihimpun media ini, IS adalah seorang anak buah kapal. Kebetulan kapal yang ditumpanginya sedang bersandar di dermaga Pelabuhan Laurens Say. Laki-laki bertubuh pendek ini berasal dari Sulawesi Selatan.
Penangkapan IS berawal dari informasi masyarakat. Polisi kemudian melokalisir tempat kejadian untuk memastikan informasi yang sudah dikantongi.
Satnarkoba akhirnya berhasil meringkus IS di salah satu kamar Hotel Pelita. Saat diamankan IS sedang bersama nahkoda kapal.
Polisi segera melakukan penggeledahan badan, dan menemukan sebuah plastik bening berwarna putih di kantong celana depan IS. Di dalam plastik bening itu terlihat butiran kristal yang diduga sabu-sabu.
Nahkoda kapal tidak ikut diamankan. Alasannya karena nahkoda tersebut mengaku tidak penah tahu jika IS memiliki sabu-sabu.
Pantauan media ini di Ruang Satnarkoba, Senin (8/3) pagi, IS yang mengenakan baju berwarna hitam dipadu celana pendek, sedang asyik menikmati sarapan pagi. Di ruangan itu ada juga Kasat Narkoba serta KBO dan sejumlah anggota Satnarkoba.
Polisi sempat menghubungi istri IS, dan mempersilahkan suami istri ini berkomunikasi jarak jauh. IS menanyakan keadaan istri dan anak, dan menginformasikan bahwa dia sedang ditahan di Polres Sikka.
Polisi meminta IS berbicara dengan bahasa Indonesia. Namun permintaan polisi sulit dilayani, karena IS beralasan istrinya menggunakan bahasa daerah.
Kurang lebih 5 menit IS berbicara dengan istrinya. Kepada Kasat Narkoba dia mengatakan istrinya menangis akibat peristiwa ini.*** (eny)

















